Bisnis Desa Kita Features Hiburan Hukum Jombangan Jurnalisme Warga Kesehatan Kuliner Lifestyle Nasional Olahraga Pemerintahan Pendidikan Peristiwa Politik Politika Religia Sosok Wisata

Sampah Menumpuk 290 Ton per Hari, DPRD Jombang Minta Pemkab Bergerak Cepat Cari Solusi

Anggi Fridianto • Minggu, 5 Oktober 2025 | 23:53 WIB
MENGGUNUNG: Ribuan ton sampah menggunung di tempat pembuangan akhir Banjardowo Kecamatan Jombang, (2/10).
MENGGUNUNG: Ribuan ton sampah menggunung di tempat pembuangan akhir Banjardowo Kecamatan Jombang, (2/10).

JombangBanget.id – Adanya 290 ton sampah per hari yang belum terkelola mendapat perhatian serius dari DPRD Jombang.

Wakil Ketua DPRD Jombang, M Syarif Hidayatulloh, mendesak Pemkab Jombang mencari solusi konkret.

Salah satunya, menggandeng lintas sektor untuk menangani persoalan sampah.

’’Saya berharap dicarikan solusi, karena kita berharap sampah bisa dikelola dengan baik. Bisa diolah untuk dipakai energi terbarukan. Kita mendorong agar Pemkab secepatnya mencarikan solusi,’’ ujarnya (3/10).

Pria yang akrab disapa Gus Sentot ini menilai, penanganan sampah memerlukan tambahan sumber daya manusia (SDM).

Juga sinergi yang lebih kuat antara pemerintah kabupaten dengan pemerintah desa.

Sebab, jika mengandalkan SDM yang ada tentu tak akan mampu menangani sampah yang kian banyak.

’’Pemkab harus sinergi dengan desa untuk mengelola sampah. Desa harus dibina dan didampingi agar sebagian sampah bisa terkelola dengan maksimal di desa,’’ tegasnya.

Pengoptimalan desa ini juga penting guna mencegah warga buang sampah di sungai yang kerap menjadi pemicu banjir.

’’Setiap desa harus punya penampungan dan pengelolaan sampah agar warga tidak buang sampah ke sungai,’’ ucapnya.

DPRD juga juga mengingatkan pentingnya antisipasi bencana menjelang musim hujan.

Baca Juga: Kakek di Jombang Nyaris Terpanggang Saat Bakar Sampah, Luka Bakar Sekujur Tubuh

Menurutnya, normalisasi sedimentasi harus dilakukan secara berkala agar tidak menimbulkan banjir.

’’Mendekati musim hujan, sedimentasi harus segera dilakukan normalisasi. Jangan sampai tidak dilakukan, takutnya nanti bisa jadi banjir,’’ imbaunya.

Permasalahan sampah masih menjadi pekerjaan rumah besar di Jombang.

Volume timbunan sampah mencapai 530 ton per hari.

Tidak semua terangkut ke TPA (tempat pembuangan akhir) Gedangkeret, Desa Banjardowo, Kecamatan Jombang.

Sehingga ada ratusan ton sampah tiap harinya belum bisa terkelola.

Sekretaris Dinas lingkungan Hidup (DLH) Jombang, M. Amin Kurniawan, menerangkan, hanya sekitar 157 ton yang tertangani.

Sisanya sekitar 290 ton belum bisa tertangani, artinya masih tersebar di rumah tangga (ditimbun di pekarangan rumah dan lain-lain) tidak terangkut ke TPA.

Sebagian sampah berhasil direduksi melalui program pemilahan dan pengelolaan.

’’Sekitar 82,27 ton berhasil direduksi melalui program pemilahan dan pengelolaan,’’ imbuhnya.

Area lama di TPA Gedangkeret, Desa Banjardowo, Kecamatan Jombang resmi ditutup sejak akhir 2024.

Kini, Dinas Lingkungan Hidup Jombang mengandalkan area baru seluas 4,5 hektare di sisi barat lokasi lama. (ang/jif)

 

Editor : Ainul Hafidz
#Pemkab Jombang #solusi #TPA Banjardowo #pengelolaan sampah #DLH Jombang #Jombang #dprd jombang #sampah