JombangBanget.id – Bupati Warsubi terus mengawal pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis (MBG).
Bupati mewajibkan Satuan Pelaksana Program Gizi (SPPG) menyerap produk lokal Jombang agar bisa menjadi penggerak roda ekonomi lokal.
Dia menekankan agar setiap rupiah yang digelontorkan pemerintah melalui program ini benar-benar berputar di daerah.
’’Uang harus berputar di Jombang. Telur usahakan beli dari orang Jombang, tempe dari Jombang, sayurnya dari Jombang, berasnya dari Jombang, semangka dari Jombang,’’ katanya.
Bupati Warsubi menegaskan, semua kebutuhan bahan pangan tersedia di Jombang.
’’Telur, beras, sayuran, hingga buah-buahan bisa dipenuhi oleh petani dan pelaku usaha lokal,’’ ucapnya.
Termasuk susu, yang bisa diambilkan dari peternak lokal Wonosalam, meski butuh koordinasi lebih lanjut.
’’Susunya bisa diusahakan dari Wonosalam malah bagus. Produk-produk lokal yang ada di Jombang tolong dimanfaatkan. Karena semua bahan pokok itu sebenarnya ada di sini,’’ ungkapnya.
Bupati menekankan, penggunaan produk lokal bukan sekadar imbauan, melainkan kewajiban. Ia meminta para pelaksana program benar-benar memperhatikan.
’’Ini bukan imbauan, ini wajib. Bahan baku dari Jombang, suplainya orang Jombang, tenaga kerjanya juga wajib orang Jombang,’’ tandasnya.
Warsubi juga mendorong agar tenaga kerja yang dilibatkan dalam pelaksanaan MBG berasal dari warga sekitar.
Baca Juga: Mau Buka Dapur MBG? Bank Jombang Tawarkan Kredit Umum SPPG dengan Bunga Kompetitif
’’Untuk tenaga kerja harus menyerap dari desa sekeliling,’’ ujarnya.
Dalam waktu dekat, ia bakal mengumpulkan 16 SPPG dan yayasan untuk menindaklanjuti hal tersebut.
’’Semua SPPG akan kami panggil untuk koordinasi lebih lanjut,’’ ucapnya. (ang/jif)
Editor : Ainul Hafidz