JombangBanget.id – Kementerian Koordinator Bidang Pangan RI melakukan monitoring dan evaluasi (monev) perkembangan Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDMP) di Jombang.
Dari hasil monev diketahui, dari 306 Kopdes Merah Putih di Jombang, baru 33 yang sudah beroperasi. Kemenko Pangan menekankan pentingnya kolaborasi lintas sektor.
”Kata kunci Koperasi Desa Merah Putih (KDMP) adalah kolaborasi lintas sektor, lintas OPD, dan lintas stakeholder,” tegas Staf Ahli Bidang Ekonomi Maritim Kemenko Pangan Sugeng Santoso, saat memberikan pemaparan terkait arah program Kopdes Merah Putih di Ruang Swagata Pendopo Kabupaten Jombang, Senin (1/10).
Sugeng yang juga Koordinator Wilayah IV dan Satgas Nasional Kopdes Merah Putih menilai, Jombang telah bergerak lebih cepat, terbukti dengan 33 Kopdes Merah Putih yang sudah operasional.
”Literasi microsite cukup tinggi, dan 33 KDMP sudah jalan. Ini bukti kolaborasi lintas sektor berjalan baik,” imbuhnya.
Sugeng menambahkan, pendampingan terhadap anggota menjadi hal yang sangat penting agar koperasi benar-benar tumbuh maksimal.
Kolaborasi itu semakin nyata dengan keterlibatan tujuh BUMN, termasuk Bulog, ID Food, dan Bank Himbara, yang siap bersinergi dengan KDMP.
”Sekali lagi, kata kunci Koperasi Desa Merah Putih adalah kolaborasi. Sehingga Pak Hari (Kepala Dinas Koperasi dan Usaha Mikro) tidak bekerja sendiri. Sebab ada SK Satgas KDMP di Jombang,” tegasnya.
Salah satu contoh KDMP yang sudah berjalan adalah KDMP Pulogedang yang menjalin kemitraan dengan ID Food.
Model bisnis inovatif juga muncul, seperti skema “Gowo Bayar” di KDMP Banjarsari, yang memungkinkan anggota mengambil sembako lebih dulu dan membayarnya di bulan berikutnya.
Dalam kesempatan itu, Sugeng juga melakukan peninjauan langsung KDMP Pulogedang.
Baca Juga: Belum Miliki Gedung Sendiri, Semua Kopdes Merah Putih di Jombang Masih Numpang
Di sana terlihat sinergi antara KDMP, BUMDes, dan BGN yang berhasil membangun jejaring usaha bersama.
”Ternyata para pihak di Pulogedang telah menangkap dan mendahului apa yang direncanakan dan akan dilakukan pemerintah pusat dalam upaya menyinergikan program-program strategis pemerintah, di mana saat ini sedang digodog draf Perpres Pengelolaan MBG yang substansinya sudah dilakukan berupa kerja sama KDMP-BUMDes-dapur MBG, BGN,” ungkap Sugeng.
Sementara itu, Bupati Warsubi menyampaikan di Kabupaten Jombang sudah terbentuk 306 KDMP/KKMP dan seluruhnya telah berbadan hukum.
”Besar harapan kami, melalui monitoring dan evaluasi ini, akan lahir masukan, arahan, serta dukungan dari pemerintah pusat untuk memperkuat keberlangsungan Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih di Kabupaten Jombang, sehingga semakin bermanfaat bagi masyarakat,” ujar Warsubi. (ang/naz)
Editor : Ainul Hafidz