JombangBanget.id – Dinas Tenaga Kerja (Disnaker) Jombang menggelar bimbingan teknis (Bimtek) Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) serta pemeriksaan kesehatan gratis bagi pekerja industri rokok di Ploso, Selasa (30/9).
Ini dilakukan sebagai upaya meningkatkan perlindungan tenaga kerja.
Kegiatan diikuti 175 pekerja dari perusahaan rokok di wilayah utara Sungai Brantas.
Turut Hadir Wakil Bupati Salmanudin Yazid, Asisten Perekonomian dan Pembangunan, Bambang Suntowo, Asisten Pemerintahan dan Kesra, Purwanto. Forkopimcam Ploso serta manajemen pabrik rokok.
Kepala Disnaker Jombang, Isawan Nanang Risdianto, menjelaskan, Bimtek merupakan bentuk implementasi amanat UU Nomor 13 Tahun 2003 tentang Ketenagakerjaan.
’’Bimbingan teknis dan pemeriksaan kesehatan ini menjadi langkah strategis untuk meningkatkan kualitas lingkungan kerja,’’ katanya.
Tujuannya, memberikan jaminan keselamatan kerja dengan cara pencegahan kecelakaan dan penyakit akibat kerja, pengendalian bahaya di tempat kerja, promosi kesehatan, hingga pengobatan dan rehabilitasi.
Pemeriksaan kesehatan gratis juga sebagai upaya pencegahan penyakit serius.
Seperti stunting, HIV/AIDS, TBC, dan malaria. Khususnya pada pekerja perempuan.
’’Ini wujud kepedulian pada akses layanan kesehatan masyarakat pekerja, terutama mereka yang memiliki keterbatasan,’’ tuturnya.
Melalui program ini, peserta mendapatkan akses untuk deteksi dini berbagai penyakit.
Baca Juga: Meski Sertifikasi K3 Wajib, Disnaker Jombang Tak Punya Datanya
Termasuk kesehatan jantung, kanker, serta perhatian khusus bagi ibu hamil dan balita.
Sekaligus mendukung terwujudnya produktivitas kerja yang optimal dan terciptanya hubungan industrial yang dinamis dan berkeadilan.
’’Harapannya, kegiatan seperti ini bisa menciptakan iklim investasi yang kondusif dan sehat, sekaligus memperkuat sistem perlindungan bagi para pekerja,’’ kata Isawan.
Wabup Salmanudin mengapresiasi sinergi yang terjalin.
Kolaborasi antara Disnaker Jombang dengan Dinkes Jombang hingga Disnaker Jawa Timur sangat penting untuk mewujudkan program-program yang efektif dan efisien di tingkat daerah.
’’Kita harus terus bekerja sama agar kegiatan seperti ini dapat semakin dirasakan manfaatnya oleh masyarakat, khususnya para pekerja,’’ kata Wabup Salmanudin yang akrab disapa Gus Salman ini.
Perlindungan kesehatan pekerja tidak hanya menyasar perempuan yang sedang hamil, memiliki balita, atau merencanakan pernikahan.
Tetapi juga melibatkan pekerja pria agar turut berperan melalui edukasi dan tindakan pencegahan dalam lingkup keluarga mereka.
’’Kita ingin semua pihak bisa terlibat aktif, baik perempuan maupun laki-laki, agar persoalan-persoalan ini bisa ditangani bersama,’’ ungkapnya. (fid/jif)
Editor : Ainul Hafidz