Bisnis Desa Kita Features Hiburan Hukum Jombangan Jurnalisme Warga Kesehatan Kuliner Lifestyle Nasional Olahraga Pemerintahan Pendidikan Peristiwa Politik Politika Religia Sosok Wisata

Pudji Umbaran Kembali Pimpin RSUD Jombang, Ternyata Ini Misi Besarnya

Anggi Fridianto • Selasa, 16 September 2025 | 21:15 WIB
Gedung RSUD Jombang di Jalan KH Wahid Hasyim
Gedung RSUD Jombang di Jalan KH Wahid Hasyim

JombangBanget.id - Salah satu hal yang mengejutkan dalam mutasi pejabat, yakni kembalinya dr Pudji Umbaran menempati kursi Direktur RSUD Jombang menggantikan dr Ma’murotus Sa’diyah yang dimutasi ke Kepala Dinas Pengendalian Penduduk dan KB, Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Jombang.

”Waktu job fit memang saya menyampaikan keinginan saya kembali memimpin RSUD Jombang,” Ungkap dr Pudji.

Ia menuturkan, masih memiliki mimpi yang belum terwujud ketika sebelumnya menjabat sebagai direktur.

”Harapan saya adalah mewujudkan mimpi yang masih tertunda, yakni menjadikan RSUD Jombang tipe A,” ujarnya.

Menurut Pudji, sejak 2020 RSUD Jombang telah mendapat surat keputusan dari Pemerintah Provinsi Jawa Timur sebagai rumah sakit rujukan regional untuk wilayah tengah barat.

Saat itu, rumah sakit ini dipercaya mengampu pelayanan kesehatan rujukan bagi lima kabupaten/kota.

Namun, realisasi sebagai rumah sakit rujukan regional masih berjalan parsial.

”Pelaksanaan belum sepenuhnya terintegrasi, karena masing-masing daerah masih mempertahankan ego sektoralnya,” terang Pudji.

Ia menyebut, persiapan menuju rumah sakit tipe A sebenarnya sudah dilakukan sejak beberapa tahun lalu. Kesiapan infrastruktur, alat kesehatan, hingga sumber daya manusia (SDM) sudah cukup tersedia.

Hanya saja, masih ada beberapa perlengkapan yang perlu dilengkapi.

Pudji membandingkan dengan RSUD Sidoarjo yang sukses naik kelas menjadi tipe A pada 2023.

Baca Juga: Parkinson Tak Hanya Gangguan Fisik, RSUD Jombang Tawarkan Terapi Menyeluruh

”Kita dulu berkompetisi sehat dengan RSUD Sidoarjo dan RSUD dr. Iskak Tulungagung. Target kita awal 2025 sudah bisa terwujud, tapi karena saya bergeser pada 2022, rencana itu tertunda,” ungkap pria yang sebelumnya menjabat kepala Dinas Pengendalian Penduduk dan KB, Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak.

Selain target peningkatan status rumah sakit, Pudji juga menegaskan sikapnya terkait wacana relokasi RSUD Jombang.

Ia menolak gagasan tersebut dengan alasan nilai aset rumah sakit saat ini sudah mencapai hampir Rp 1 triliun.

”Kalau direlokasi, mustahil APBD Jombang mencukupi untuk membangun kembali. Jadi yang paling realistis adalah menata ulang, termasuk akses lalu lintas dan fasilitas parkir,” tegasnya.

Ia mengungkapkan, saat masih menjabat sebelumnya, sudah disusun rencana pengembangan gedung tujuh lantai.

Dari jumlah tersebut, tiga lantai akan difungsikan sebagai area parkir sehingga kendaraan tidak lagi memenuhi halaman rumah sakit.

”Semua sudah kami desain agar lebih tertata, mirip dengan konsep yang diterapkan RSUD Sidoarjo,” tambahnya.

Pudji menyebut, saat ini pihaknya masih menunggu proses serah terima jabatan.

”Biasanya sertijab dibatasi maksimal satu minggu setelah pelantikan. Insya Allah Selasa (hari ini) sertijab di rumah sakit, Rabu sertijab di kantor KB,” jelasnya. (ang/naz)

 

Editor : Ainul Hafidz
#Pemkab Jombang #Misi Besar #Direktur #mutasi #Gedung Tujuh Lantai #RSUD Jombang #Direktur RSUD Jombang #relokasi