JombangBanget.id - Bupati Jombang Warsubi, menegaskan mutasi dan pelantikan pejabat yang digelar pada Kamis (11/9) belum menyasar seluruh kekosongan jabatan di lingkup Pemkab Jombang.
Ia memastikan, proses pengisian jabatan akan terus dilaksanakan secara bertahap sesuai dengan kebutuhan organisasi.
Dalam pelantikan kali ini, terdapat 10 pejabat eselon II dan 15 pejabat eselon III yang resmi menduduki jabatan baru.
Jumlah tersebut belum mencukupi untuk mengisi semua posisi jabatan yang masih kosong.
”Untuk pengisian hari ini total ada 10 pejabat eselon II dan 15 pejabat eselon III. Jadi memang benar, masih banyak yang kosong jabatan di Pemkab Jombang masih belum terisi,” ungkapnya.
Warsubi menyebut, pertimbangan pelantikan kali ini lebih pada prioritas kebutuhan mendesak agar kinerja organisasi pemerintahan tetap berjalan optimal.
”Nanti yang kosong kita isi, dari total ada 100 lebih (yang kosong) hari ini ada 25 kita cicil terus sambil melihat kinerja masing-masing untuk menduduki jabatan tersebut,” jelas dia.
Bupati juga menekankan tujuan utama pengisian jabatan adalah memastikan pelayanan kepada masyarakat tidak terganggu.
”Yang penting kerjanya dengan baik dan bermanfaat untuk masyarakat, melayani masyarakat dan sebagainya,” ujarnya.
Selain itu, Warsubi menegaskan tidak ada praktik jual beli jabatan dalam proses mutasi maupun promosi pejabat di Kabupaten Jombang.
Menurutnya, integritas dan tanggung jawab moral menjadi landasan utama dalam pengambilan keputusan.
Baca Juga: Badai Mutasi Mengintai? 23 Pejabat Eselon II B Pemkab Jombang Bersiap Jalani Job Fit
”Kami pastikan tidak ada jual beli jabatan dalam pengisian. Saya bersama Gus Wakil Bupati dan Pak Sekda komitmen agar tidak punya beban berat yang harus dipertanggungjawabkan di dunia akhir nanti. Yang kami inginkan hanya bagaimana bekerja baik untuk kepentingan masyarakat,” pungkasnya. (ang/naz)
Editor : Ainul Hafidz