JombangBanget.id – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Jombang mulai merancang langkah besar untuk meningkatkan layanan kesehatan di kawasan pegunungan Wonosalam.
Puskesmas Wonosalam yang selama ini menjadi pusat layanan kesehatan masyarakat dinilai sudah tidak layak.
Sehingga pemerintah berencana merelokasinya ke lokasi baru yang lebih aman.
Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Jombang, dr Hexawan Tjahja Widada, menegaskan rencana ini bukan penambahan jumlah puskesmas, melainkan relokasi.
“Sekarang masih tahap penyusunan studi kelayakan. Jadi belum sampai ke pembangunan. Tahun ini kita fokus pengadaan tanah,” ujarnya, Senin (8/9).
Relokasi ini dipandang mendesak lantaran lokasi puskesmas saat ini berada di kawasan tanah gerak.
Kondisi itu tidak hanya berisiko bagi bangunan, tetapi juga membahayakan keselamatan tenaga medis maupun pasien.
“Karena itu kita mencari alternatif lokasi baru yang lebih layak,” imbuh Hexawan.
Untuk mendukung rencana tersebut, Pemkab mengalokasikan pagu anggaran Rp 35 juta dari APBD 2025 khusus untuk penyusunan studi kelayakan (FS).
Mekanisme pengadaan dilakukan secara langsung dengan jadwal pemilihan penyedia pada Agustus lalu.
Sementara untuk pengadaan tanah, Pemkab menyiapkan anggaran jauh lebih besar, yakni Rp 3 miliar dari APBD 2025.
Sama halnya dengan FS, pemilihan penyedia lahan juga dijadwalkan pada Agustus. Jika proses pengadaan tanah rampung tahun ini, tahap berikutnya akan langsung masuk pada pembangunan.
“Insya Allah pembangunan bisa dimulai tahun depan, setelah pengadaan tanah selesai,” jelas Hexawan.
Rencana relokasi Puskesmas Wonosalam ini menjadi kabar penting bagi masyarakat setempat.
Wonosalam yang berada di kawasan perbukitan selama ini hanya mengandalkan satu puskesmas sebagai pusat layanan kesehatan primer.
Dengan adanya relokasi ke lokasi yang lebih aman, diharapkan masyarakat bisa mendapatkan layanan kesehatan yang lebih nyaman, berkualitas, dan terjamin dari sisi keamanan bangunan. (fid/jif/riz)
Editor : Ainul Hafidz