Bisnis Desa Kita Features Hiburan Hukum Jombangan Jurnalisme Warga Kesehatan Kuliner Lifestyle Nasional Olahraga Pemerintahan Pendidikan Peristiwa Politik Politika Religia Sosok Wisata

Terus-Terusan Bikin Kacau, Ketua DPRD Jombang Minta Pemerintah Putus Kontrak Vendor SPPG Bermasalah

Azmy endiyana Zuhri • Rabu, 10 September 2025 | 15:28 WIB
Siswa SMPN 1 Jombang makan menu MBG hari Senin (8/9).
Siswa SMPN 1 Jombang makan menu MBG hari Senin (8/9).

JombangBanget.id – Karut-marut pelaksanaan program Makanan Bergizi Gratis (MBG) di sejumlah SMPN negeri di Jombang mendapat sorotan keras dari dewan.

Ketua DPRD Jombang Hadi Atmaji menyebut, kontrak kerja vendor atau mitra dapur MBG bisa diputus kontraknya jika berkinerja buruk atau lalai dalam menjalankan tugasnya.

”Seharusnya di kontrak sudah jelas aturan-aturannya, mulai dari segi gizi hingga jadwal pengiriman. Kalau masalah terus terjadi, tentu vendor atau dapur SPPG harus dievaluasi. Bahkan, kalau tidak ada perbaikan, kontraknya bisa diputus,” tegas Hadi Atmaji.

‎Ia menekankan, program MBG bukan sekadar formalitas. Tujuannya untuk menunjang kesehatan serta perkembangan peserta didik baru.

Karena itu, makanan yang diberikan harus bergizi, memenuhi standar, dan tidak boleh asal-asalan.

Apabila ditemukan vendor yang tidak profesional, pihaknya meminta pemerintah daerah tidak ragu mengambil langkah tegas, termasuk pemutusan kontrak.

”Jangan sampai siswa menjadi korban karena kelalaian penyedia. Program ini harus benar-benar bermanfaat, bukan justru menimbulkan masalah,” tambahnya.

‎Dengan peringatan ini, DPRD berharap semua vendor MBG meningkatkan kinerjanya agar program unggulan tersebut dapat berjalan sesuai harapan.

”Tentunya benar-benar dirasakan manfaatnya oleh para peserta didik di Kabupaten Jombang,” pungkasnya.

Seperti diberitakan sebelumnya, program MBG di sejumlah SMP di Kabupaten Jombang bermasalah.

Sejak hari pertama pelaksanaan, siswa mengeluhkan makanan basi, buah busuk, hingga susu formula yang diduga kadaluarsa.

Kondisi ini diperparah dengan distribusi makanan ke sekolah molor hingga jumlahnya yang kurang.

Di SMPN 1 Jombang, siswa kelas IX Mario Putra menyebut menu MBG pada Senin (1/9) sangat mengecewakan.

”Ayamnya kayak masih ada darah, nasinya keras kurang matang,” ujarnya, Selasa (2/9).

Senada, Khoiru Nisa, siswa kelas IX mengeluhkan lauk ayam kecap yang diterima sudah basi sehingga tidak bisa dimakan.

”Ayamnya kemarin basi, kalau tahunya hambar. Hari ini tadi enak, ada kayak bakwan, tahu, sayur dan jeruk,” jelas Nisa. Kondisi ini diperparah dengan distribusi makanan yang molor hingga berjam-jam.

Selain ditemukan makanan tak layak konsumsi, distribusi makanan juga karut-marut. Distribusi molor hingga berjam-jam, ditambah lagi masalah ratusan siswa tak kebagian jatah makan.

Pihak sekolah menyoroti kinerja dapur SPPG. ‎”Jadwal awal kami pengiriman kedua setelah TK, estimasi sekitar jam 09.00 WIB, tapi sekarang sudah jam 11.00 belum datang,” ungkap Kepala SMPN 1 Jombang, Rudy Priyo Utomo, Senin (8/9).

Sejak hari pertama pengiriman, hampir setiap hari masih terlambat. Apalagi pengalaman sebelumnya, siswa mengeluhkan sayur basi. Dikhawatirkan makanan yang basi berdampak pada kesehatan siswa.

”Sayur ada yang basi, ayamnya juga ada yang masih merah, seperti belum matang. Ini dikhawatirkan berdampak pada kesehatan siswa,” tambahnya.

Seolah tak ada perbaikan, pengiriman MBG kemarin (8/9) juga terlambat, yang semula dijadwalkan datang pukul 09.00 WIB, justru datang sekitar pukul 12.00 WIB. ”Ini mengganggu waktu makan siswa,” ujarnya.

Masalah lainnya, pengiriman 3 September 2025 lalu juga terjadi kekurangan. ”Sebanyak 529 porsi tidak dikirim atau Setara dengan kekurangan di 16 kelas dari total 31 kelas,” tandasnya.

Lilis Wijayati, vendor SPPG(satuan pelayanan pemenuhan gizi) Kepatihan, Kecamatan Jombang menegaskan, pihaknya telah menerima seluruh keluhan yang disampaikan baik SMPN 2 Jombang maupun Dewan Pendidikan Jombang.

”Insya Allah kalau ada kekurangan-kekurangan sedikit akan jadi pembelajaran bagi kami,” jelasnya.

Evaluasi dari tiga hari pertama pelaksanaan, masih fokus pada perbaikan jadwal distribusi MBG ke sekolah-sekolah.

”Untuk keterlambatan maklum kita masih awal, kami berjanji ke depan lebih tepat waktu,” jelasnya. 

Soal keluhan susu formula yang diduga kadaluarsa, Lilis membantah. Ia mengklaim jika susu yang diberikan aman, dan tanggal kadaluarsa baru tahun 2026.

”Silahkan kalau mau sidak ke dapur, kami saat ini sedang packing, tidak ada susu kadaluarsa,” tegasnya.

Sementara keluhan nasi mentah, nasi basi, hingga lauk yang belum masak, ia menjelaskan, jika proses masak sudah sesuai dengan SOP.

”Barang datang jam 4 sore, kami cuci, jam 6 kami rebus, setelah direbus jam 9 kita goreng, kemudian jam 3 pagi kita masak sesuai kebutuhan menu setiap hari,” jelasnya.

SPPG Kepatihan setiap harinya memasak 2.200 porsi untuk empat sekolah, yaitu SMPN 1 Jombang, SMPN 2 Jombang, TK Amanah, dan TK Aba.

Sedangkan komponen menu harus mengandung protein hewani, protein nabati, sayur, buah. ”Susu seminggu sekali,” pungkasnya (yan/naz)

Editor : Ainul Hafidz
#Mbg #putus kontrak #SPPG #Jombang #bermasalah