JombangBanget.id – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Jombang resmi menggelar uji kompetensi dan evaluasi kinerja (job fit) bagi pejabat eselon II B setingkat kepala dinas.
Sebanyak 21 pejabat antre satu per satu menjalani uji kinerja di Ruang Swagata Pendopo Kabupaten Jombang, Senin (8/9).
Kegiatan berlangsung tertutup. Tim panitia seleksi (pansel) terdiri dari unsur akademisi Universitas Airlangga (Unair) Surabaya, Universitas Brawijaya (UB) Malang, serta Kepala Badan Kepegawaian Negara (BKN) Jatim.
Sekda Jombang Agus Purnomo bertindak sebagai ketua pansel bersama Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM).
Kepala BKPSDM Kabupaten Jombang Bambang Suntowo menyebut, pelaksanaan job fit dilakukan setelah persetujuan teknis (pertek) dari BKN turun.
”Dari 23 nama yang diusulkan, hanya 21 yang lolos. Dua ditolak karena memasuki masa purnatugas,” ujarnya.
Dua pejabat yang tidak ikut, yakni Kepala Dinas Perdagangan dan Perindustrian (Disdagrin) Jombang Suwignyo dan Kepala Dinas Kepemudaan, Olahraga dan Pariwisata (Kadisporapar) Bambang Nurwijanto.
Sementara delapan pejabat lainnya dipastikan aman dari gelombang mutasi karena belum genap dua tahun menjabat.
Masing-masing, Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika (Kominfo) Endro Wahyudi, Asisten Perekonomian dan Pembangunan Setdakab Jombang Sudiro Setiono.
Staf Ahli Bidang Keuangan, Ekonomi, dan Pembangunan Sri Surjati, Kepala Dinas Kesehatan Hexawan Tjahja Widada.
Kepala Dinas Tenaga Kerja (Disnaker) Isawan Nanang Risdiyanto, dan Asisten Administrasi Umum Setdakab Jombang Syaiful Anwar.
Baca Juga: Badai Mutasi Mengintai? 23 Pejabat Eselon II B Pemkab Jombang Bersiap Jalani Job Fit
”Ya, syaratnya harus minimal dua tahun menjabat maksimal lima tahun. Kalau lima tahun tidak dipindah, kita yang kena sanksi,” jelasnya.
Bambang menegaskan, hasil evaluasi job fit akan dilaporkan kembali ke BKN untuk mendapat rekomendasi yang menjadi dasar penempatan jabatan.
”Setelah ini laporan ke PPK (pejabat pembina kepegawaian), kita masukkan ke aplikasi BKN. Biasanya dua hari proses sudah selesai dan langsung ada rekom,” tambahnya.
Ditemui terpisah, Staf Ahli Bidang Pemerintahan Kesejahteraan Rakyat, Hukum dan Politik Setdakab Jombang M. Saleh mengatakan, proses job fit dijalankan sesuai mekanisme yang berlaku.
”Proses job fit saya katakan cukup fair, semua yang masuk secara administratif dan regulasi sangat memenuhi syarat,” ujarnya.
Pejabat yang merangkap Plt Kepala Dinas Peternakan Jombang mengatakan, evaluasi lebih banyak menekankan kinerja dan strategi ke depan.
”Teman-teman yang sudah di atas 2,5 tahun fokusnya evaluasi kinerja. Ke depan yang diharapkan terkait strategi kebijakan, arah pembangunan OPD, dan program kegiatan. Dari situ panelis akan menyimpulkan, tetap atau bergeser,” ungkapnya.
Sebagai ASN ia mengaku siap ditempatkan di mana saja sesuai kebutuhan pemkab.
”Kalau saya, semua bidang bisa. Sebagai staf ahli, saya memberikan gambaran membangun kinerja OPD (organisasi perangkat daerah) dan berkolaborasi dengan semua OPD. Ke mana pun saya bisa masuk, insya Allah,” tandas Sholeh. (ang/naz)
Editor : Ainul Hafidz