Bisnis Desa Kita Features Hiburan Hukum Jombangan Jurnalisme Warga Kesehatan Kuliner Lifestyle Nasional Olahraga Pemerintahan Pendidikan Peristiwa Politik Politika Religia Sosok Wisata

Tak Kunjung Dilirik Investor, Ini Langkah Pemkab Jombang 'Jual' Potensi Tirta Wisata

Ainul Hafidz • Kamis, 4 September 2025 | 23:50 WIB
SEPI: Aset Tirta Wisata di Desa Keplaksari, Kecamatan Peterongan, Jombang, (28/3).
SEPI: Aset Tirta Wisata di Desa Keplaksari, Kecamatan Peterongan, Jombang, (28/3).

JombangBanget.id – Upaya Pemkab Jombang menggaet investor untuk mengelola aset Taman Tirta Wisata yang bertahun-tahun mati suri belum membuahkan hasil.

Meski sudah dipromosikan dalam berbagai ajang, termasuk East Java Investment Dialogue (EJID) 2025, belum ada investor yang menunjukkan minat serius.

Kepala Dinas Kepemudaan, Olahraga, dan Pariwisata (Disporapar) Jombang Bambang Nurwijanto menyebut, pihaknya aktif menawarkan proyek investasi daerah (Ipro) dalam berbagai forum.

”Kemarin di EJID, kami sudah paparkan potensi Tirta Wisata. Ada yang berdiskusi, bahkan meninggalkan kartu nama. Tapi saat kami hubungi belum ada ketertarikan untuk berinvestasi,” ujarnya.

Sebagai langkah lanjutan, pemkab akan memaksimalkan partisipasi dalam East Java Investment Forum (EJIF) Oktober mendatang.

Forum yang difasilitasi BI dan DPMPTSP Jatim itu akan menghadirkan 450 peserta dari kalangan investor, perbankan, dan pemilik proyek.

”Nanti ada one-on-one meeting hingga visit langsung ke lokasi proyek. Tirta Wisata akan jadi salah satu tujuan kunjungan. Harapannya, calon investor bisa melihat langsung potensi dan kesiapan kawasan ini,” imbuh dia.

EJIF dinilai sebagai forum strategis untuk mempertemukan pemilik proyek dengan pelaku usaha dan lembaga keuangan.

Selain mengenalkan potensi, forum ini juga membuka peluang pembiayaan dengan skema bunga ringan.

”Sambil berdoa, mudah-mudahan Oktober nanti ada yang tertarik investasi di Tirta Wisata,” ujar Bambang.

Tirta Wisata masuk dalam 22 proyek prioritas investasi Jawa Timur.

Pemkab Jombang berharap kawasan ini segera mendapat mitra pengelola yang mampu mengembangkan sektor pariwisata sekaligus mendongkrak ekonomi daerah.

”Karena kami juga ingin ada progres. Secara kelayakan bisnis, aspek sosial, lingkungan, dan teknis, Tirta Wisata sudah memenuhi syarat sebagai proyek layak jual,” kata Bambang,” tegas Bambang.

Untuk diketahui, kontribusi PAD dari Tirta Wisata hanya sekitar Rp 7 juta per tahun.

Sementara biaya pemeliharaan dan gaji 12 tenaga kerja harus ditanggung pemkab jauh lebih besar. (fid/naz)

Editor : Achmad RW
#Tak Laku #dilirik #investor #Tirta wisata #Jombang