Bisnis Desa Kita Features Hiburan Hukum Jombangan Jurnalisme Warga Kesehatan Kuliner Lifestyle Nasional Olahraga Pemerintahan Pendidikan Peristiwa Politik Politika Religia Sosok Wisata

Buntut Pengerjaan Proyek Puskesmas Keboan Terlambat, Pemkab Jombang Pantau Ketat Seluruh Paket PSD

Ainul Hafidz • Senin, 21 Juli 2025 | 18:06 WIB
Ilustrasi proyek strategis daerah.
Ilustrasi proyek strategis daerah.

JombangBanget.id – Pemkab Jombang terus melakukan monitoring dan evaluasi (monev) pelaksanaan proyek strategis daerah (PSD).

Dari 12 PSD, baru tiga paket tuntas dikerjakan, sebagian tahap pelaksanaan, sebagian lagi tahap pengadaan barang dan jasa.

Kepala Bagian Administrasi Pembangunan Setdakab Jombang Supradigdo menjelaskan, pihaknya telah melakukan pemanggilan terhadap organisasi perangkat daerah (OPD) terkait untuk mengetahui progres terkini pelaksanaan 12 PSD.

”Kita sudah panggil Kamis (17/7). Intinya, ada 3 yang sudah selesai, sisanya 6 masih proses pelaksanaan, dan 3 masih pengadaan (PBJ),” kata Supradigdo dikonfirmasi, (19/7).

Tiga paket yang rampung, masing-masing dua paket milik Dinas PUPR Jombang.

Yakni peningkatkan jalan ruas Cukir-Mojowarno dan Bareng-Wonosalam Pasar serta satu paket milik Dinas Kesehatan (Dinkes) Jombang pemberian makanan tambahan (PMT) balita dan ibu hamil.

”Di dinas PUPR itu ada 5 paket (PSD), 2 sudah selesai, 2 sudah proses pelaksanaan, dan 1 masih proses PBJ tender,” imbuh dia.

Dua paket milik dinas PUPR yang masih pelaksanaan, yakni rekonstruksi jalan ruas Kauman-Gedongombo dan peningkatan jalan ruas Ceweng-Kalianyar.

”Sementara satu paket, yakni peningkatan ruas Denanyar-Megaluh dalam proses dilelang,” imbuhnya.

Dua paket di Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (P dan K) Jombang yakni, program kain seragam gratis SD/MI dan seragam gratis SMP/MTs proses pengadaan barang sudah selesai.

”Sekarang tinggal proses pengukuran dan penjahitan,” ujar Supradigdo.

Baca Juga: Proyek Puskesmas Keboan Ngusikan Jombang Amburadul: Terbengkalai Selama Dua Mingguan

Sedangkan tiga paket di Dinas Kesehatan (Dinkes) Jombang, satu paket sudah tuntas, yakni pemberian makanan tambahan (PMT) ibu hamil dan balita.

”Untuk Puskesmas Jelakombo progresnya sekitar 88 persen, dan Puskesmas Keboan sekitar 74 persen,” tutur dia.

Dijelaskan, proyek Puskesmas Keboan progres pengerjaan mengalami keterlambatan.

”Ada sedikit keterlambatan, tapi melihat progresnya saya yakin masih bisa selesai. Kalaupun terlambat, risikonya hanya perpanjangan (waktu pengerjaan) dengan denda berjalan, karena waktu pelaksanaan masih memungkinkan hingga tutup anggaran,” ujar Supradigdo.

Sementara dua paket milik Dinas Perumahan dan Permukiman (Perkim) Jombang masing-masing jembatan bailey Desa Kudubanjar, Kecamatan Kudu dan trotoar Jl KH Abdurrahman Wahid (Gus Dur) sisi utara pengerjaan di lapangan belum dimulai.

”Jembatan bailey kemarin masih dalam proses pengadaan di e-katalog konstruksi. Sementara trotoar Jalan Gus Dur masih dalam tender dan sudah masuk masa sanggah," tuturnya.

Monev dilakukan agar seluruh paket itu bisa berjalan sesuai dengan rencana.

”Harapannya seluruh proyek strategis ini bisa selesai tepat waktu dan memberikan manfaat bagi masyarakat,” kata Supradigdo. (fid/naz)

Editor : Ainul Hafidz
#Pemkab Jombang #Puskesmas Keboan #Proyek Strategis Daerah #Terlambat #Puskesmas Jelakombo #proyek #Jombang #PSD