JombangBanget.id – Kegiatan rehab Pasar Mojotrisno yang dianggarkan Rp 1,2 miliar hingga kini masih berjalan.
Saat ini progres rehab pasar baru menyentuh sekitar 45 persen.
Sementara itu, harapan pedagang kios di area belakang agar kegiatan rehab juga dianggarkan melalui P-APBD 2025 sepertinya pupus.
Muncul opsi bakal diajukan ke pemerintah pusat.
Kepala Dinas Perdagangan dan Perindustrian (Disdagrin) Jombang Suwignyo melalui Kepala Bidang Sarana Perdagangan dan Barang Pokok Penting Yustinus Harris Eko Prasetijo menjelaskan, tahun depan tak ada lagi penanganan Pasar Mojotrisno.
”Masih belum, untuk (pengerjaan) selanjutnya juga belum ada,” kata Harris dikonfirmasi, Kamis (3/7).
Pemkab belum ada rencana untuk melakukan penanganan pada area itu. Salah satunya mempertimbangkan ketersediaan anggaran.
”Mungkin akan kami usulkan ke pusat, sekarang masih kami bahas dan rencanakan bersama bappeda (badan perencanaan pembangunan daerah),” imbuh dia.
Tahun ini, fokus pada penanganan ruko atau hanya bagian depan pasar saja. ”Sementara di ruko yang kami tangani dulu,” ujar Harris.
Laporan terakhir diterima pihaknya, progres pengerjaan di area itu saat ini mencapai 45 persen.
”Laporannya kemarin itu sudah 45 persen, minggu depan dijadwal sudah 50 persen. Sehingga, atapnya sudah terpasang,” kata Harris.
Untuk diketahui, proyek rehabilitasi Pasar Mojotrisno, Kecamatan Mojoagung yang dianggarkan Pemkab Jombang sebesar Rp 1,2 miliar sudah berjalan sejak Mei lalu.
Namun, sebagian pedagang merasa kecewa lantaran rehab hanya menyentuh bagian depan.
Sementara deretan lapak/kios di area belakang sudah bertahun-tahun kondisinya juga rusak berat tak tersentuh.
”Sebenarnya awal dikasih tahu mau ada renovasi itu senang. Ternyata yang di depan saja, di sini tidak masuk,” ungkap Suradi, salah satu pedagang yang menempati kios di belakang., Kamis (12/6).
Kendati demikian, informasi yang dia terima, penanganan bakal kios bagian belakang dilakukan tahun depan.
”Dari pihak pasar menyampaikan lapak-lapak di sini baru diajukan, mungkin tahun depan baru direnovasi,” tutur salah satu pedagang barang bekas ini.
Menurutnya, kerusakan kios bagian belakang sudah berlangsung lama. Ia berharap, ke depan selain gedungnya direhab, juga manajemennya ditata lebih baik.
Selain banyak kios kosong, sebagian bahkan beralih fungsi jadi hunian rumah tangga.
”Sebelah timur itu ada dipakai rumah tangga, kurang tahu kok bisa,” kata Suradi.
Untuk diketahui, rehabilitasi Pasar Mojotrisno, Kecamatan Mojoagung mulai berjalan. Sebagai pelaksana proyek CV Wiguna Sedanten dan konsultan pengawas CV Media Prima Konsultan.
Pengerjaan proyek senilai Rp 1,2 miliar ditargetkan tuntas dalam 150 hari kerja. (fid/naz)
Editor : Ainul Hafidz