JombangBanget.id – Antrean pemohon di pencetakan KTP-el di Dinas pendudukan dan pencatatan Sipil tak luput dari perhatian dewan.
Ketua DPRD Jombang Hadi Atmaji mengaku sudah melakukan klarifikasi kepada dispendukcapil dan mendorong pemkab mengambil langkah-langkah solutif sehingga pelayanan di tingkat kecamatan bisa diaktifkan lagi.
Ketua DPRD Jombang Hadi Atmaji mengaku sudah mengetahui informasi membeludaknya antrean pemohon pencetakan KTP-el di dispendukcapil.
”Saya sudah konfirmasi, memang hari-hari ini itu membeludaknya pertama karena barengan liburan. Teman-teman mengurus KTP-el bareng-bareng,” terangnya, Rabu (2/7).
Sebetulnya, lanjut Hadi, dari penjelasan yang ia dapat, dispendukcapil dulu sudah pernah melakukan pelayanan jemput bola ke sekolah-sekolah.
”Di sekolah dulu pernah difoto mereka itu, jadi tingal pencetakannya saja, tapi ternyata mereka nggak mau alasannya hasil fotonya kurang bagus sehingga minta foto ulang. Karena berbarengan akhirnya terjadi antrean,” imbuhnya.
Kedua, terkait ketersedian blangko KTP-el yang dikirim pemerintah pusat ke daerah terbatas.
Dampaknya, pelayanan pencetakan KTP-el di tingkat kecamatan sementara berhenti karena jatah blanko dari pemerintah pusat terbatas.
”Kuota blanko seminggu cuma 2 ribu keping, sehingga dispendukcapil tidak bisa distribusi ke kacamatan. Sekarang hanya ada 2 tempat pelayanan di dispendukcapil dan MPP (Mal Pelayanan Publik), tapi di MPP per hari hanya dijatah 200 keping,” bebernya.
Untungnya, meski terjadi antrean panjang, semua pemohon tetap bisa terlayani.
”Tapi tiap hari katanya selesai, monggo nanti dikroscek, tapi kalau membeludaknya tidak bisa dihindari karena barengan dengan liburan,” imbuhnya.
Sebagai tindak lanjut, pihaknya tengah mengupayakan berkoordinasi dengan pemerintah pusat terkait distribusi blanko KTP-el.
”Iya, kita lagi sedang mengupayakan menambah kuota, karena hanya 2 ribu maksimal, nanti kita upayakan ke pusat sehingga bisa ditambahi, sehingga kebutuhan masyarakat tentang KTP-el bisa dilayani maksimal,” tandasnya.
Senada, Kepala Dispendukcapil Jombang Masduqi Zakaria menyampaikan, setiap hari jumlah pengunjung mencapai 700-800 pemohon.
Jumlah itu, mengalami kenaikan dibandingkan hari biasa sekitar 400 orang.
”Karena saat ini liburan, jadi pemohon agak banyak. Kalau hari normal sekitar 400 orang, hari ini bisa sampai 700-800-an,’’ ujar dia.
Ia mengaku pemohon didominasi anak-anak sekolah yang berusia 17 tahun.
Sebenarnya, pada saat di sekolah, Dispendukcapil Jombang sudah memberikan layanan jemput bola untuk perekaman KTP-el.
"Tapi kenyataanya mereka banyak yang mau ganti foto karena dulu di sekolah pakai seragam,’’ jelas dia.
Karena pelayanan membeludak, pihaknya juga membuka pelayanan di Mal Pelayanan Publik (MPP).
Namun, karena keterbatasan blanko, pelayanan hanya dibatasi 200 orang per hari.
”Ketersediaan blanko KTP-el per minggu hanya 2.000 keping.Dengan blanko yang terbatas itu sehingga tidak memungkinkan kita bagi ke kecamatan-kecamatan. Jadi kita fokuskan di sini dan MPP saja,’’ jelas dia.
Kendati blanko terbatas, ia mengaku tidak pernah menolak warga yang mengajukan permohonan.
”Batasan tidak ada, tetap kita layani, tapi memang kondisi ketersediaan blanko masih terbatas,’’ pungkasnya. (ang/naz)
Editor : Ainul Hafidz