Bisnis Desa Kita Features Hiburan Hukum Jombangan Jurnalisme Warga Kesehatan Kuliner Lifestyle Nasional Olahraga Pemerintahan Pendidikan Peristiwa Politik Politika Religia Sosok Wisata

Catat, Ratusan Kelompok Tani Utara Brantas Dapat Bantuan Pupuk Tembakau dari Pemkab Jombang

Ainul Hafidz • Senin, 2 Juni 2025 | 23:43 WIB
DISTRIBUSI: Pupuk NPK untuk tembakau didistribusikan ke poktan di utara Sungai Brantas, Jombang.
DISTRIBUSI: Pupuk NPK untuk tembakau didistribusikan ke poktan di utara Sungai Brantas, Jombang.

JombangBanget.id – Pemkab Jombang tahun ini menyalurkan bantuan pupuk jenis NPK kepada petani tembakau utara Sungai Brantas.

Anggaran sebesar Rp 5,4 miliar dialokasikan pemkab untuk pengadaan 350 ton pupuk.

Saat ini pupuk sudah didistribusikan hingga ke tingkat petani.

Namun demikian, karena falktor cuaca ekstrem membuat sebagian besar petani belum memulai tanam tembakau.

Kepala Dinas Pertanian (Disperta) Jombang M. Rony menjelaskan, alasan utama Pemkab Jombang memberikan bantuan pupuk NPK untuk petani tembakau karena petani tembakau tak mendapatkan jatah pupuk subsidi dari pemerintah pusat.

Bantuan pupuk kepada petani tembakau bagian dari akselerasi program 100 hari kerja Bupati Warsubi dan Wabup Salmanudin Yazid. Saat ini sudah dilakukan kontrak dengan penyedia.

Pupuk berupa NPK (nitrogen, fosfor, kalium) juga sudah dikirim ke titik bagi, yakni poktan (kelompok tani) dan gapoktan (gabungan kelompok tani).

”Jadi sekarang sudah disalurkan ke petani, hanya karena kondisi belum memungkinkan diaplikasikan di lapangan, sekarang posisi masih di petani,” kata Rony kepada Jawa Pos Radar Jombang.

Tahun ini pemkab menyalurkan sebanyak 350 ton bantuan pupuk. Bantuan tersebut diperuntukkan untuk 108 poktan/gapoktan.

”Dengan target luas tanam 6.154,40 hektare,” imbuh dia.

Pupuk itu diberikan kepada petani secara gratis. Karena program dana hibah dari DBHCHT (Dana Bagi Hasil Cukai Hasil Tembakau).

Baca Juga: Komisi B DPRD Jombang Minta Pemkab Awasi Penyaluran Pupuk Subsidi

”Sebenarnya anjuran atau dosisnya itu 250 kilogram per 1 hektare. Tetapi menyesuaikan anggaran, sehingga 40 kilogram per 1 hektare. Sisanya, mereka secara swadaya,” tutur dia.

Kedua, cuaca diharapkan bisa bersahabat dengan tanaman tembakau. Mengingat hingga awal Juni masih hujan, sehingga diharapkan petani sudah mengantisipasi sejak dini.

”Memang belum bisa menanam tembakau, karena hujan masih ada. Tetapi, beberapa solusi sudah kami sampaikan, salah satunya membuat drainase atau got dengan kedalaman kurang lebih 30-40 sentimeter,” kata Rony. (fid/naz)

Editor : Ainul Hafidz
#Pemkab Jombang #Pupuk NPK #petani tembakau #Pupuk Tembakau #Tembakau #Jombang #utara brantas #disperta jombang #Petani