JombangBanget.id – Pemkab melalui Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Jombang menjalin kolaborasi pentahelix guna menyukseskan percepatan penurunan stunting.
Di lain sisi, bappeda juga menginisiasi program Bappeda Bertelur.
Yakni penggalanangan telur dan dana dari pegawai untuk disalurkan kepada sasaran di posyandu yang memiliki balita stunting.
Kepala Bappeda Jombang Danang Praptoko menjelaskan, launching Anting Berlian (aksi nyata penanganan stunting berkelanjutan) menjadi awal yang bagus demi menuntaskan stunting di Jombang.
”Kita coba dengan pendekatan pentahelix, yakni kolaborasi dengan lima unsur,” kata Danang.
Masing-masing, pemerintah, dunia usaha, komunitas, dunia pendidikan, dan media.
”Selain itu, mendukung semangat kebersamaan untuk mencegah stunting pegawai di bappeda tiap bulan rutin menyelenggarakan kegiatan Bappeda Bertelur,” imbuh Danang yang juga sekretaris TPPS (Tim Percepatan Penurunan Stunting) Jombang.
Kegiatan itu, yakni penggalangan telur dan dana dari pegawai bappeda.
”Disalurkan kepada sasaran di posyandu yang terindentifikasi memiliki balita stunting,” ujar Danang.
Launching Anting Berlian dilaksanakan di Puskesmas Mojowarno, Senin (5/5) lalu.
Turut hadir Bupati Jombang Warsubi, Sekdakab Jombang Agus Purnomo, jajaran pejabat Forkopimda Jombang, dan kepala perangkat daerah di lingkup Pemkab Jombang.
Baca Juga: Usai Bentuk Pansus, DPRD Jombang Tancap Gas Undang Bappeda dan Bagian Hukum
”Atas nama pribadi dan Pemkab Jombang memberikan apresiasi yang setinggi-tingginya atas peran semua unsur yang bersinergi,” kata Bupati Warsubi.
Beberapa di antaranya, Persatuan Ahli Gizi Jombang dan organisasi profesi lainnya.
Mulai dari kalangan akademisi, organisasi keagamaan, dan dunia usaha yang telah berkolaborasi terselenggaranya launching itu.
Pelaksanaan kegiatan ini adalah sebagai salah satu bentuk dukungan dalam upaya percepatan penurunan stunting di Kabupaten Jombang.
”Semoga apa yang diupayakan melalui kegiatan ini diijabah oleh Allah SWT dan dicatat semoga amal baik dan bekal ibadah kita semua. Allahumma Aamiin,” doa Warsubi yang diamini seluruh undangan yang hadir.
Pemkab selama ini sudah berupaya melakukan penanganan dan pencegahan stunting yang konvergen dan terintegrasi dengan pendekatan multisektor.Karena permasalahan stunting tidak hanya masalah sektor kesehatan tetapi melibatkan faktor-faktor lain di luar kesehatan.
”Sehingga diperlukan kolaborasi dari berbagai stakeholder untuk dapat mengambil perannya masing-masing untuk bekerja sama melakukan percepatan penurunan stunting di Kabupaten Jombang,” ujar tandas Baupti Warsubi. (fid/naz)
Editor : Ainul Hafidz