JombangBanget.id – Rehabilitasi Pasar Mojotrisno, Kecamatan Mojoagung, Jombang mulai berjalan.
Sejumlah pekerja mulai membongkar sejumlah atap ruko bagian depan.
Sebagai pelaksana proyek CV Wiguna Sedanten dan konsultan pengawas CV Media Prima Konsultan.
Pengerjaan proyek senilai Rp 1,2 miliar ditargetkan tuntas dalam 150 hari kerja.
Pantauan di lokasi pada Minggu (25/5) siang, sejumlah bangunan atap ruko di bagian depan atau sisi selatan sebagian sudah dibongkar.
Sejumlah papan proyek bertuliskan jalan ditutup juga terpasang di bagian depan.
Papan proyek terlihat tersandar di rolling door ruko.
Proyek yang didanai dari APBD 2025 sebesar Rp 1,2 miliar dikerjakan CV Wiguna Sedanten dan konsultan pengawas CV Media Prima Konsultan.
Waktu pelaksanaan selama 150 hari.
”Kalau tidak salah sudah satu mingguan bongkar-bongkarnya,” kata Johan salah seorang warga di lokasi.
Meski sudah dilakukan pembongkaran, pedagang masih beraktivitas. Mereka yang menempati area pertokoan atau lantai bawah masih melayani pembeli.
”PKL yang biasanya jualan di sana ada yang pindah,” imbuh dia.
Deretan pedagang yang menempati kios di bagian belakang ruko juga masih aktif berjualan.
Pedagang mayoritas tak menempati lapak atau kios. Mereka berjualan dengan cara menggelar dagangannya di jalanan pasar.
Mulai dari handphone bekas, perkakas rumah tangga, suku cadang kendaraan bermotor bekas, hingga sepeda angin.
”Minggu itu banyak yang jualan, itupun kebanyakan barang-barang bekas, seperti pasar loak,” kata Johan.
Sementara itu, Kepala Dinas Perdagangan dan Perindustrian (Disdagrin) Jombang Suwignyo melalui Kabid Sarana Perdagangan dan Barang Pokok Penting Yustinus Harris Eko Prasetijo mengakui, pengerjaan proyek sudah dimulai.
”Jadi sekarang masuk minggu pertama dan sudah mulai kerja,” kata Harris dikonfirmasi.
Pengerjaan dijadwal selama lima bulan ke depan atau hingga Oktober nanti.
”Tidak sampai mendekati akhir tahun,” imbuh dia.
Beberapa item pekerjaan, paling banyak melakukan perbaikan pada atap ruko.
”Jadi hanya ruko yang hadap-hadapan dan selasar depan saja, sama musala yang diperbaiki,” imbuh dia.
Pengadaan barang dan jasa proyek tersebut menggunakan e-katalog. Pengerjaan tak menyentuh kios yang rusak atau di belakang.
Alasannya, karena keterbatasan anggaran. ”Karena anggarannya tidak cukup,” tutur dia.
Kendati demikian, pihaknya berharap kepada kontraktor agar pengerjaan proyek bisa berjalan sesuai dengan jadwal yang ditentukan.
”Kontraktornya CV Wiguna Sedanten, Juni sampai Oktober agar dimanfaatkan sebaik mungkin, supaya tidak terjadi keterlambatan,” kata Harris. (fid/naz)
Editor : Ainul Hafidz