JombangBanget.id – Rencana pemkab membangun pasar buah di area Sub Terminal Ploso kian konkret.
Saat ini, proses pengalihan aset sudah klir.
Anggaran pembangunan pasar dialokasikan dari bantuan keuangan khusus (BKK) Provinsi Jatim sekitar Rp 3,7 miliar.
Kepala Dinas Perdagangan dan Perindustrian (Disdagrin) Jombang Suwignyo melalui Kabid Sarana Perdagangan dan Barang Pokok Penting Yustinus Harris Eko Prasetijo menjelaskan, pembagian aset Sub Terminal Ploso sudah tuntas.
”Sudah keluar dari bagian hukum (Setdakab Jombang), sebagian (Sub Terminal Ploso) ikut di disdagrin,” kata Harris dikonfirmasi, Jumat (23/5).
Dari total luas lahan Sub Terminal Ploso 8.200 meter persegi.
Setelah dibagi, lahan seluas 6.839 meter persegi statusnya tetap menjadi aset dishub.
”Disdagrin hanya 1.361 meter persegi, rencananya diperuntukkan untuk pasar buah,” terangnya.
Saat ini prosesnya masih dalam tahap penyusunan dokumen.
”Jadi pekerjaan di terminal itu pembangunan pasar (buah), sekarang sedang proses terakhir dari perencanaan gambar bersama dengan dinas PUPR,” imbuh dia.
Sesuai jadwal, akhir bulan ini penyusunan dokumen itu tuntas. Dilanjut pengadaan barang dan jasa.
Baca Juga: Desain Proyek Pasar Ploso Diubah, Komisi B DPRD Jombang Bilang Begini
”Sesuai jadwal itu akhir Mei selesai, baru mulai penunjukan penyedia,” tutur dia.
Rencananya paket miliaran rupiah itu tak ditender, melainkan menggunakan e-purchasing.
”Jadi saran dari pendamping konstruksi, (pengadaan barang dan jasa) rencananya pakai e-purchasing. Hampir sama dengan paket rehab di Pasar Mojotrisno juga e-purchasing,” tuturnya.
Meski penyusunan dokumen itu belum rampung, namun pengerjaan proyek dijadwal selama lima bulan.
”Mei perencanaan, Juni kita jadwal penunjukkan penyedia dan Juli mulai pelaksanaan dan mungkin sampai November,” kata Harris. (fid/naz)
Editor : Ainul Hafidz