JombangBanget.id - Untuk mendukung usulan membuka gerbang tol Jomo di Kecamatan Kesamben ke pemerintah pusat, Pemkab Jombang berencana menyusun studi kelayakan (feasibility study).
Anggaran penyusunan studi kelayakan akan diusulkan pada perubahan APBD 2025 mendatang.
”FS masuk kegiatan di bappeda, rencana tahun ini kisaran antara Rp 100 juta sampai Rp 200 juta,” kata Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Jombang Danang Praptoko, Rabu (21/5).
Danang menambahkan, pengusulan membuka exit tol di wilayah Kecamatan Kesamben butuh kajian panjang.
”Jadi ini masih wacana awal, proses-proses membuat exit tol baru ini tidak bisa sakdek saknyet, harus dimulai dengan kajian-kajian,” kata imbuh Danang.
Beberapa di antaranya, yakni uji kelayakan hingga penyusunan DED (detail engineering design).
”Selain komunikasi dengan pemerintah pusat, juga butuh DED, FS dan sebagainya,” imbuh dia.
Dikatakan, dari hasil kajian itu yang nantinya menunjukkan sejauhmana kelayakan penambahan gerbang tol.
”Jadi, hasil FS misalnya itu akan teridentifikasi prioritas, titik lokasinya di mana, apakah di sana ada TKD (tanah kas desa) yang akan kena dan sebagainya, masih ada pembahasan panjang lagi,” ujar Danang.
Penyusunan dokumen studi kelayakan rencananya dilakukan tahun ini. Diusulkan pada perubahan APBD 2025.
Pemkab bakal menggandeng penyedia, baik dari akademisi, hingga tim profesional.
Baca Juga: Bappeda Jombang Gelar Musrenbangkab, Selaraskan Asta Cita Warsa
”Siapa pun bisa dan boleh, tergantung PPK. Akademisi misalnya punya pengalaman di bidang transportasi, profesional pun demikian harus punya pengalaman dan pernah membikin pekerjaan sejenis,” kata Danang. (fid/naz)
Editor : Ainul Hafidz