JombangBanget.id – Petunjuk teknis (juknis) rekrutmen tenaga kependidikan untuk Sekolah Rakyat akhirnya turun.
Proses perekrutan melibatkan sejumlah organisasi perangkat daerah (OPD) mulai dari Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Jombang dan Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) Jombang.
Sekdakab Jombang Agus Purnomo mengatakan, juknis mengacu surat edaran (SE) Sekjen Kemensos tertanggal 14 Mei 2025 No: 1581/11DL.03/05/2025 tentang permohonan SDM tenaga kependidikan Sekolah Rakyat.
”Jadi, proses penyediaan atau rekrutmen SDM Sekolah Rakyat meliputi kepala sekolah, guru, dan tenaga kependidikan lainnya,” ujar dia kepada Jawa Pos Radar Jombang, (19/4).
Ia mengatakan, untuk rekrutmen kepala sekolah dan guru dilaksanakan oleh Satgas Guru di bawah Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah serta dilaksanakan di daerah oleh dinas pendidikan dan kebudayaan.
”Untuk di Jombang Dinas P dan K Jombang melakukan penjaringan kepsek dan guru dari SDM Kabupaten Jombang untuk diusulkan atau dikirim ke Kemendikdasmen,” jelas dia.
Berdasarkan penghitungan yang dilakukan, kebutuhan guru Sekolah Rakyat di Kabupaten Jombang jenjang SMP terdiri dari 13 orang.
Meliputi satu kepala sekolah, dan 12 guru mata pelajaran.
”Sedangkan untuk jenjang SMA membutuhkan 19 orang terdiri dari satu kepala sekolah dan 18 guru mapel,” imbuhnya.
Selain itu, juga akan dilakukan rekrutmen tenaga kependidikan lainnya oleh Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) Jombang dan beberapa OPD terkait.
”Sedangkan untuk tenaga kependidikan lainnya sejumlah 29 orang terdiri dari tenaga tata usaha, bendahara, operator, wali asuh, wali asrama, satpam, juru masak, dan kebersihan,” terangnya memerinci.
Baca Juga: Bakal Dibangun Sekolah Rakyat, Pemkab Jombang Mulai Proses Pelepasan Aset Ini
Ia mengatakan, untuk Kabupaten Jombang hanya membuka jenjang SMP dan SMA saja. Sedangkan untuk jenjang SD tidak dibuka lantaran kuota belum mencukupi.
”Insya Allah jenjang SMP dan SMA saja,” pungkasnya.
Seperti diberitakan sebelumnya, jumlah pendaftar program Sekolah Rakyat (SR) di Kabupaten Jombang terus meningkat.
Bahkan, sudah melampaui kuota yang sudah ditetapkan. Alhasil, penjaringan calon siswa bakal diperketat kembali.
”Peminat yang akan Sekolah Rakyat ini sangat tinggi. Setelah dilakukan penjaringan banyak yang mendaftar,” ujar Asisten I Bidang Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Purwanto, Jumat (16/5).
Dirinya mengungkapkan, kuota Sekolah Rakyat dibatasi. Untuk tingkat SMP sebanyak 50 siswa dan tingkat SMA 50 siswa.
”Yang mendaftar saat ini sudah mencapai, SMP 110 calon siswa dan SMA 95 calon siswa,” terangnya.
Hanya saja, untuk tingkat SD peminatnya kurang. Sehingga tahun ajaran baru pada Juli nanti tidak dibuka untuk SD.
Karena kuota baik SMP dan SMA dibatasi masing-masing 50 siswa, nantinya penjaringan diperketat.
”Untuk calon siswa SMP dan SMA karena sudah melebihi kuota, penjaringan akan lebih diperketat,” tegasnya.
Penjaringan calon siswa diambil dari data Tunggal Sosial Ekonomi Nasional (DTSEN) khusus desil 1 dan 2.
”Dari hasil penjaringan itu diperketat yang paling miskin 50 calon siswa ditambah 5 calon siswa cadangan,” bebernya.
Sementara itu, gedung Sekolah Rakyat batal dibangun di Desa Denanyar, Kecamatan Jombang.
Salah satu pertimbangannya, luas lahan aset tanah milik pemkab di lokasi tersebut tidak mencapai 5 hektare.
Sebagai gantinya, dipilih lahan Terminal Khusus Parkir di Desa Tunggorono, Kecamatan Jombang. Bahkan, pembangunan direncanakan akan segera dimulai tahun ini.
”Karena lahan yang ada di Denanyar luasanya masih kurang, jadi yang dipilih lahan terminal barang yang mempunyai luasan 5,1 hektare,” terang Sekretaris Daerah Kabupaten (Sekdakab) Jombang Agus Purnomo gedung Sekolah Rakyat.
Diungkapkannya, Kabupaten Jombang menjadi nomor 65 tahap pertama untuk pembangunan Sekolah Rakyat se-Indonesia. Rencananya proses pembangunan dilakukan tahun ini.
Untuk anggaran pembangunan, Agus menyebut dialokasikan dari pemerintah pusat mencapai sekitar Rp 200 miliar.
Untuk sementara, kegiatan belajar mengajar siswa program Sekolah Rakyat akan menempati gedung SKB Mojoagung.
”Targetnya pembangunan tuntas akhir tahun ini, sehingga masa transisi perpindahan dari gedung SKB yang ada di Kecamatan Mojoagung bisa tepat waktu,” tegasnya (ang/naz)
Editor : Ainul Hafidz