JombangBanget.id – Selama ini Kabupaten Jombang lekat dengan julukan “Kota Santri”.
Meski begitu, hingga kini Jombang belum memiliki slogan yang secara resmi terdaftar sebagai hak kekayaan intelektual (HKI).
Bupati Jombang Warsubi berharap Kabupaten Jombang segera memiliki slogan resmi yang nantinya akan dipatenkan.
Slogan “The Root of Java” yang sempat digaungkan saat acara temu bisnis kemitraan di taman rumah dinas Bupati Jombang pada Senin (5/5) lalu hingga kini masih terus dikaji.
Warsubi menegaskan, pemkab tidak akan menggeser tagline Jombang Kota Santri.
”Ini masih kajian dulu, kita perkenalkan ke masyarakat. Pada intinya, Jombang tetap Kota Santri,” ujar Bupati Jombang Warsubi kepada Jawa Pos Radar Jombang, Jumat (16/5).
Ia mengatakan, tagline kota santri sudah digunakan beberapa kabupaten, termasuk Rembang (Jawa Tengah).
Untuk itu, jika ingin mematenkan Jombang Kota Santri sudah tidak bisa.
”Maka kita lengkapi The Root of Java, jadi Jombang Santri The Root of Java,” papar dia.
Menurutnya, alasan menggunakan kalimat The Root of Java, karena Jombang melahirkan banyak tokoh besar.
Mulai KH Hasyim Asy’ari pendiri Nahdlatul Ulama (NU), beberapa pendiri pondok pesantren di Jombang, presiden RI pertama Ir Soekarno yang diyakini lahir di Kecamatan Ploso, Kabupaten Jombang.
”Ini sebagai bentuk menghormati tokoh dan leluhur kita. Kita dikelilingi 4 pondok besar dan ratusan pondok,” jelas dia.
Warsubi mengaku punya keinginan kuat untuk mematenkan tagline Jombang Santri The Root of Java.
Hal itu didasari karena Jombang belum punya tagline yang terdaftar secara resmi (paten).
”Rencana kita patenkan, Jombang Santri the Root of Java. Namun, kita minta masukan semua pihak. Karena tujuannya baik mengenang jasa pahlawan, pendiri bangsa,” pungkasnya.
Terpisah, Wabup Jombang Salmanudin Yazid yang ikut mendampingi Warsubi menegaskan, jika tagline tersebut masih dalam kajian.
”Kita masih dalam proses meminta masukan semua pihak, pungkasnya. (ang/naz)
Editor : Ainul Hafidz