JombangBanget.id - Peringatan Hari Buruh Internasional (May Day) di Kabupaten Jombang terasa spesial.
Pemkab Jombang melalui Dinas Tenaga Kerja (Disnaker) Jombang menggelar serangkaian kegiatan.
Salah satunya, menggelar tasyakuran bersama unsur tripartit menyambut May Day di Pendopo Kabupaten Jombang, Rabu (30/4).
Pemkab Jombang optimistis, iklim investasi di Jombang semakin tumbuh.
Kegiatan tasyakuran menyambut May Day ditandai dengan pemotongan tumpeng yang dipimpin Wakil Bupati Jombang Salmanuddin Yazid. Kegiatan diikuti unsur tripartit.
Suasana keakraban antara pemerintah, pengusaha, dan pekerja terasa sekali saat menyantap tumpeng bersama.
Kegiatan mengusung tema “Merajut Kebersamaan untuk peningkatan Kesejahteraan Pekerja dan Produktivitas Nasional”.
Hadir juga dalam kegiatan tasyakuran Asisten Administrasi Umum Setdakab Jombang Syaiful Anwar, Kepala Dinas Tenaga Kerja Jombang Isawan Nanang Risdianto.
Serta sejumlah kepala organisasi perangkat daerah terkait di lingkup Pemkab Jombang.
Selain kegiatan doa bersama dan pemotongan tumpeng, juga ada kegiatan santunan anak yatim.
”Kegiatan tasyakuran bersama ini merupakan rangkaian peringatan May Day. Puncaknya pada 1 Mei kita juga akan laksanakan kegiatan jalan sehat bersama ribuan buruh dan keluarganya,” terang Kepala Disnaker Jombang Isawan Nanang Risdianto kepada Jawa Pos Radar Jombang.
Baca Juga: Pantau Kepatuhan UMK 2025, Disnaker Jombang Segera Monev ke Perusahaan
Dalam sambutannya, Wabup Jombang Salmanudin Yazid mengapresiasi buruh di Jombang. Karena mereka merupakan pahlawan ekonomi.
”Selain untuk keluarga juga pahlawan masyarakat Jombang,” kata Salmanudin.
Wabup optimistis investasi di Jombang semakin meningkat.
”Salah satu caranya mempermudah semua perizinan di Jombang. Kalau bisa mudah, kenapa harus dipersulit. Tentunya harus diikuti dengan aturan yang ada,” imbuh dia.
Sebab, ia bersama Bupati Warsubi bertekad meningkatkan investasi sekaligus mengurangi angka pengangguran.
”Malah kalau bisa diakselerasi atau dipercepat. Perusahaan kita sambut dengan riang gembira, sehingga mereka senang, jangan sampai mereka ini merasa sulit hingga batal masuk ke Jombang, malah ke daerah lain,” ujar Gus Salman.
Wabup juga mengajak seluruh pekerja menjadikan momen May Day sebagai semangat baru dalam meningkatkan produktivitas demi tercapainya kesejahteraan bersama.
Sementara itu, kegiatan jalan sehat yang digelar tepat pada 1 Mei 2025 berlangsung meriah.
Kegiatan diikuti hingga 8.000 peserta. Mereka tumplek blek di Alun-Alun Jombang. Peserta diberangkatkan Bupati Jombang Warsubi.
”Jumlah peserta tahun ini lebih banyak, karena tahun lalu sekitar 4.000. Sedangkan tahun ini informasi dari teman-teman antara 7.000-8.000 peserta,” sambung Kepala Disnaker Jombang Isawan Nanang Risdianto kepada Jawa Pos Radar Jombang, Kamis (1/5).
Ratusan hadiah dipersembahkan dalam peringatan itu.
”Surprise luar biasa ini hadiah tambahan dari Abah Warsubi dan Gus Salman yang akan memberangkatkan tiga orang Umrah,” ujar Isawan.
Diharapkan, ke depan iklim investasi di Jombang semakin tumbuh. Sehingga, bisa meningkatkan kesejahteraan buruh, terutama masyarakat Jombang.
”Sebagaimana visi misi Bupati Jombang, kami berharap masyarakat Jombang lebih meningkat kesejahteraannya, tentunya Abah Warsubi juga terus berupaya agar investasi meningkat dan investor juga banyak yang masuk ke Jombang,” tutur dia.
Itu dibuktikan dengan bertambahnya jumlah perusahaan yang berdiri di Jombang.
Dari total 2.340 jumlah perusahaan dan Usaha Mikro Kecil dan Menegah (UMKM), saat ini ada 223 perusahaan masuk kategori besar, sedang, dan kecil.
”Dibanding tahun lalu, untuk tahun ini ada tambahan tiga perusahaan besar beroperasi di Jombang. Pertama bergerak di bidang pengolahan, yakni RPA, dua lainnya juga hampir sama. Tentunya yang lebih lagi, ini akan ada perusahaan alas kaki juga akan beroperasi di Jombang,” ujar Isawan.
Tentunya dengan banyaknya investor yang masuk bisa membuka lapangan pekerjaan. Kondisi ini bisa menurunkan angka pengangguran.
”Tim investasi daerah sampai sekarang terus berkolaborasi, apalagi kami juga sudah masuk dan dilibatkan,” tutur dia.
Pihaknya memiliki program menyiapkan sumber daya manusia (SDM) yang andal dan produktif.
”Kami menyiapkan tenaga yang dibutuhkan oleh investor. Sehingga kami sekarang gencar mengadakan pelatihan berbasis kompetensi, maupun pelatihan yang sifatnya untuk mendukung Dunia Usaha dan Dunia Industri (DUDI),” kata Isawan.
Sementara itu, Ketua SPSI (Serikat Pekerja Seluruh Indonesia) Jombang Subagyo berharap pemkab bisa mencari solusi agar investor berinvestasi di Jombang.
Sehingga bisa mengurangi angka pengangguran.
”Selalu dan selalu pemerintah menarik investor dari luar untuk memanamkan modal di Jombang. Sehingga teman-teman yang sekarang belum sempat mendapat pekerjaan bisa segera bekerja,” kata Subagyo.
Tingkat pengangguran terbuka (TPT) Jombang pada 2024 mengalami penurunan dibanding 2023.
Pada 2023 lalu mencapai 35.334 jiwa, sedangkan 2024 sebanyak 28.738 orang.
Penurunan angka pengangguran salah satunya dampak banyaknya pabrik-pabrik baru berdiri di Jombang. (fid/naz)
Editor : Ainul Hafidz