JombangBanget.id – Jumlah kekosongan pegawai di lingkup Pemkab Jombang karena pensiun terus bertambah.
Di awal Mei 2025 mendatang, tercatat ada tambahan 34 orang PNS yang masuk masa purnatugas.
Dua orang pegawai di antaranya adalah pejabat eselon III.
Paling banyak tenaga kesehatan dan pendidikan. Sementara itu, hingga kini belum ada kejelasan terkait pengajuan pengisian jabatan.
”Totalnya ada 34 pensiun untuk yang terhitung mulai tanggal (TMT) Mei 2025,” terang Kepala Badan Kepegaawan dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) Jombang Bambang Suntowo, Kamis (24/4).
Pihaknya memerinci, 34 orang PNS yang mendekati masa pensiun itu, yakni dua orang pejabat eselon III.
Masing-masing adalah Sekretaris Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Jombang Komariyah dan Wakil Direktur Umum dan Keuangan RSUD Jombang Mulya.
”Selain itu, ada juga dua pejabat eselon IV, yakni satu kepala seksi keperawatan di RSUD Jombang dan kepala seksi trantibum di Satpol PP Jombang,” lanjutnya.
Jumlah lebih banyak, ada pada posisi tenaga pendidik dan tenaga kesehatan (nakes) yang akan pensiun.
Bambang menyebut, jumlahnya mencapai puluhan orang. ”Untuk tenaga pendidik dan nakes yang pensiun di Mei 2025 jumlahnya 22 orang,” rincinya.
Selain itu, ada juga PNS yang berstatus pelaksana yang akan pensiun di bulan depan. ”Untuk pelaksana 8 orang yang pensiun,” pungkasnya.
Baca Juga: Pegawai Dishub Jombang Meninggal di Emperan Rumah Kosong
Kekosongan itu menambah daftar kekosongan pegawai di lingkup Pemkab Jombang mulai pejabat eselon II b setingkat kepala dinas, hingga eselon IV b setingkat kasubag di kecamatan maupun kepala seksi di kelurahan yang secara kumulatif per April lalu mencapai sekitar 77 orang.
Sementara itu, hingga kini pengajuan izin Pemkab Jombang untuk melakukan pengisian jabatan belum ada kepastian dari pusat.
Sekretaris Daerah Kabupaten (sekdakab) Jombang Agus Purnomo menegaskan sudah memproses perizinan ke Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) dan Badan Kepegawaian Negara (BKN).
”Sesuai dengan instruksi pak Bupati, saat ini kami sedang memproses perizinan,” tandas Agus kepada Jawa Pos Radar Jombang (24/4).
Sayangnya, Agus belum bisa memerinci terkait progres perizinan yang diajukan ke pusat. ”Proses sedang berjalan,’’ tambahnya.
Seperti diberitakan sebelumnya, banyaknya kekosongan pegawai di lingkup Pemkab Jombang direspons Bupati Jombang Warsubi.
Mantan kepala Desa Mojokrapak tiga periode ini menegaskan, sudah mulai melakukan pemetaan nama-nama pejabat sebagai dasar melakukan mutasi hingga promosi.
”Jadi, data-data (nama pejabat, Red) sudah di kami, kami sekarang dengan OPD (organisasi perangkat daerah) terkait mulai melakukan pemetaan,” ujar dia ditemui usai salat Jumat (11/4).
Warsubi menambahkan, dirinya baru menjabat Bupati Jombang sejak dilantik Februari lalu. Tentu belum mengetahui latar belakang masing masing pejabat.
”Kan tidak mungkin kerja 1 bulan tahu mereka, harus tengok kanan dan tengok kiri. Jadi kami memanggil kepala dinasnya untuk tahu itu,’’ jelas dia.
Namun demikian, untuk memaksimalkan kinerja perangkat daerah, ia memastikan pengisian jabatan akan segera digulirkan.
”Segera kita laksanakan. Kita kemarin sudah minta pak Sekda untuk segera diproses perizinannya,’’ jelas dia.
Bupati Warsubi memastikan jika pengisian jabatan di lingkup Pemkab Jombang bersih dari praktik jual beli jabatan.
”Kita pastikan tidak ada praktik jual beli jabatan. Itu komitmen kami,” tandasnya. (riz/naz)
Editor : Ainul Hafidz