Jombangbanget.id - Teror lempar batu kepada pengemudi truk yang melintas di Jl Raya Gedeg-Ploso kembali terulang, Senin (24/3) malam.
Kali ini yang menjadi korban adalah truk nopol AG 9496 UT.
Beruntung tidak korban jiwa dari insiden ini, namun bagian kaca truk pecah lantaran terkena lemparan batu oleh orang tak dikenal.
Kasus ini menambah daftar panjang korban teror lempar batu di kawasan utara Brantas, yang sampai kini tak pernah terungkap pelakunya.
Data yang dihimpun Jawa Pos Radar Jombang, aksi pelemparan batu terjadi pada Senin (24/3) sekitar pukul 21.15.
Saat itu truk nopol AG 9496 UT berjalan dari arah timur di Jl Raya Gedek-Ploso menuju Jombang.
Nahas, saat melintas di wilayah Desa Jatigedong, tiba-tiba truk berwarna merah ini menjadi sasaran pelemparan batu yang tepat mengenai kaca bagian depan hingga ringsek.
Beruntung sopir truk tetap bisa mengendalikan laju truk sehingga terhindar dari kecelakaan fatal. Kasus pelemparan kaca kendaraan ini pun viral di medsos.
”Menurut pengakuan sopir, pelaku membawa motor matic ke arah timur, lampu dimatikan berjumlah 2 orang,” kata pemilik akun ogick.
Saat dikonfirmasi, Kapolsek Ploso Kompol Purwo Atmojo Rumantyo membenarkan informasi adanya pelemparan kaca kendaraan beredar di media sosial.
”Namun korban tidak melapor ke polsek,” terangnya.
Selain itu, Purwo juga menyebut sudah mendatangi lokasi yang disebut jadi tempat pelemparan itu.
”Kita datang TKP kendaraan sudah tidak ada,” pungkasnya.
Sebelumnya, pada awal Maret (5/3) lalu, teror lempar kaca kendaraan juga terjadi di Jl Raya Gedek-Ploso.
Saat itu, truk yang disopiri M Faris Zainuri, 35, warga Desa Bandungan, Kecamatan Kudu jadi sasaran pelemparan. Akibat pelemparan itu, Faris mengalami luka cukup serius di bagian wajah lantaran terkena lemparan batu.
Selain itu, laju truknya sempat oleng hingga nyaris nyebur Sungai Brantas. Kasusnya pun dilaporkan ke polisi, namun hingga kini pelakunya tak kunjung terungkap. (riz/naz)
Editor : Ainul Hafidz