JombangBanget.id – Sebanyak tujuh kios di Pusat Oleh-Oleh (Pusol) Jombang atau eks Pasar Ngrawan dipasang stiker segel Pemkab Jombang.
Pasalnya, sudah hampir setahun lebih tutup.
Penyebabnya pedagang tak lagi berjualan, karena pasar sepi.
Pantauan di lokasi, dari total 22 kios, ada tujuh yang tertempel stiker segel. Masing-masing lima kios berada di sisi selatan dan dua kios di sisi utara.
”Sudah disegel pemerintah sejak awal 2025,” kata Mas’ud salah seorang pedagang.
Menurut dia, ditempelnya stiker itu karena sudah lebih dari satu tahun kios tutup. Penghuni atau pedagangnya tak lagi berjualan.
”Seperti sebelah selatan itu pak Sulin dan pak Yasin sudah lama tidak jualan, bahkan sebelum ada Covid-19,” imbuh dia.
Pemkab semula sudah memberikan peringatan agar kios-kios yang tutup segera buka alias berjualan kembali.
”Peringatan awalnya kalau tetap tutup akan disegel, akhirnya Januari disegel,” ujar Mas’ud.
Menurutnya, beberapa pedagang memilih gulung tikar karena pasar sepi.
”Mungkin karena sepi, pak Yasin dulu bahkan sempat pindah ke depan. Ternyata masih sama, sekarang sudah tidak jualan lagi,” ujar dia yang mengaku sudah 30 tahun berjualan di pasar itu.
Sementara itu, Kepala Dinas Perdagangan dan Perindustrian (Disdagrin) Jombang Suwignyo melalui Kabid Sarana Perdagangan dan Barang Pokok Penting Yustinus Harris Eko Prasetijo membenarkan perihal penyegelan sejumlah kios pedagang.
Tindakan tegas itu diambil lantaran peringatan pemkab agar pedagang kembali berjualan tak digubris.
Sekaligus menindaklanjuti Perbup Nomor 76 Tahun 2024 tentang Pedoman Pembangunan dan Pengelolaan Pasar Rakyat.
Salah satu di antaranya dalam aturan itu, pemberlakuan sanksi.
Menurut Harris, pemkab sampai saat ini tetap berupaya agar Pusat Oleh-Oleh Jombang tak mati suri.
”Sebenarnya ada kegiatan dari teman-teman asosiasi pedagang sejak 1-30 Maret untuk kegiatan pasar Ramadan,” kata Harris.
Pemkab juga demikian, berencana kembali menjadikan pasar itu jadi rest area selama mudik dan balik Lebaran nanti.
”Rencananya 28 Maret dan seterusnya atau seminggu selama Lebaran ada Kampung Jujugan. Menjual produk UMKM dan makanan khas Jombang,” ujar Harris. (fid/naz)
Editor : Ainul Hafidz