JombangBanget.id – Meski sudah dilebarkan, Jl Kabuh-Tapen masih menyisakan persoalan.
Salah satunya keberadaan sejumlah titik jembatan yang belum disesuaikan sehingga mengakibatkan jalanan menyempit.
Pemkab berencana mengusulkan penanganan jembatan di sepanjang ruas tersebut kapada pemerintah pusat.
Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Jombang Danang Praptoko menjelaskan, sepanjang Jl Kabuh-Tapen saat ini sudah dilebarkan dan dicor.
Namun demikian, Danang tak menampik masih ada persoalan terkait sejumlah jembatan yang belum disesuaikan dengan lebar jalan.
”Jadi jembatan di ruas Kabuh-Tapen ini akan kita usulkan ke pusat lagi, kolaborasi anggaran,” kata Danang dikonfirmasi.
Dijelaskan, langkah penanganan mengandalkan pemerintah pusat karena kebutuhan untuk anggaran penanganan jembatan itu dinilai tak sedikit.
”Anggarannya besar, dan jumlah sepanjang jalan itu ada sekitar lima jembatan yang butuh disesuaikan dengan lebar jalan,” imbuh dia.
Organisasi perangkat daerah (OPD) teknis, menurut Danang, juga sudah melakukan identifikasi ke lapangan.
Sedikitnya ada titik bangunan jembatan yang butuh disesuaikan dengan lebar jalan.
Mana yang perlu dibongkar dan mana-mana jembatan yang cuma perlu dilebarkan saja.
”Lebar jalan sekarang 9 meter, sementara beberapa titik jembatan ada yang lebarnya 4 hingga 5 meter, sehingga butuh penyesuaian,” imbuhnya.
Sebenarnya, lanjut Danang, pemkab kala itu sudah mengusulkan ke pemerintah pusat agar pada penanganan sepanjang ruas jalan Kabuh-Tapen juga menyentuh jembatan.
Hanya saja, usulan itu belum diterima. Pemerintah pusat hanya melakukan pelebaran.
”Makanya akan kita usulkan lagi, antara Desember atau Januari. Tentunya untuk 2026,” kata Danang.
Terpisah Bahrul Ulum, kepala Desa Tapen, Kecamatan Kudu mengakui, di ruas Jl Kabuh-Tapen desa membenarkan sejumlah jembatan butuh penyesuaian dengan lebar jalan.
Beberapa jembatan berdiri di wilayah Desa Tapen.
”Satu dekat dengan Pasar Tapen, dan dua ini jembatannya berdekatan jaraknya hanya 10 meter berbatasan langsung Desa Bakalanrayung,” ujar Bahrul.
Salah satunya jembatan Kali Marmoyo. Lebar dua jembatan yang berdekatan itu sekira 5 meter.
Kondisi itu menurut dia, membahayakan pengguna jalan. Sebab, banyak kendaraan besar setiap harinya melintas di jalan tersebut.
”Memang bahaya, tiga minggu yang lalu waktu malam hari ada pengendara sepeda motor nyemplung ke sungai dan dibawa ke puskesmas,” ujar Bahrul.
Ia berharap, di titik-titik jembatan ditambahkan rambu-rambu jalan sehingga pengguna jalan lebih waspada.
”Sebenarnya dulu sudah kami videokan bersama kades-kades yang lain dan dikirim ke dinas PUPR, entah dilebarkan atau diberi tanda terjadi penyempitan,” kata Bahrul. (fid/naz)
Editor : Ainul Hafidz