JombangBanget.id – Pemkab Jombang mulai menyusun rancangan awal (ranwal) penyusunan Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) 2025-2029 dengan mengundang Warsubi selaku calon bupati pemenang Pilbup Jombang.
Tujuannya, menyelaraskan RPJMD dengan visi misi bupati terpilih.
”Benar, kemarin pak Warsubi sudah kita undang bahwa setelah selesai pilkada, pemkab punya kewajiban menyusun RPJMD,” ujar Sekdakab Jombang Agus Purnomo kemarin (12/12).
Ia menambahkan, sesuai Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 86 Tahun 2017 tentang Tata Cara Perencanaan, Pengendalian dan Evaluasi Pembangunan Daerah, Tata Cara Evaluasi Rancangan Peraturan Daerah tentang Rencana Pembangunan Jangka Panjang Daerah dan Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah, ada empat tahapan yang dilakukan pemkab dalam menyusun RPJMD.
Pertama, pendekatan teknokratik yang wajib diselesaikan akhir Januari sebelum bupati terpilih dilantik.
Kedua, pendekatan partisipatif yang wajib diselesaikan enam bulan setelah dilakukan pelantikan.
Ketiga, pendekatan politis, yakni penyampaikan visi misi janji-janji politik dari bupati terpilih.
Dan keempat, pendekatan-pendekatan melalui musrenbangdes, musrembangcam, dan musrenbangkab.
”Itu nanti pendekatan jadi satu kemudian dirumuskan dan dituangkan dalam RPJMD yang kemudian kita tetapkan di perda,” papar dia.
Agus mengatakan, penyusunan RPJMD memang prosesnya cukup panjang yang wajib diselesaikan pada tahun pertama setelah bupati terpilih dilantik.
”Memang prosesnya panjang, karena ini menyangkut program prioritas Pemkab Jombang ke depan,” papar dia.
Pria Kelahiran Lamongan ini menambahkan, seluruh visi misi bupati terpilih diakomodir dalam RPJMD 2024-2029 yang kemudian diselaraskan dalam rencana strategis (Renstra) OPD dan rencana kerja organisasi perangkat daerah (Renja OPD).
”RPJMD nanti kita sesuaikan dengan APBD dan tidak boleh lepas program strategis nasional, harus selaras,” pungkasnya. (ang/naz)
Editor : Ainul Hafidz