JombangBanget.id – Jalan rusak di Jombang belum sepenuhnya tertangani.
Pemkab mengalokasikan Rp 16 miliar untuk penanganan jalan program pagu indikatif kewilayahan (PIK) 18 kecamatan.
’’PIK 2025 dialokasikan Rp 16.045.216.700,’’ kata Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Jombang, Bayu Pancoroadi.
Besaran anggaran untuk 2025 hampir sama dengan tahun ini.
’’Karena kemarin waktu kita menyusun Dipa (daftar isian pelaksanaan anggaran) RKPD (Rencana Kerja Pemerintah Daerah) masih berpatokan pada anggaran 2024,’’ imbuhnya.
Rencananya, program itu bakal menyasar 18 kecamatan atau menyisakan tiga kecamatan.
Yakni Ngoro, Diwek dan Kecamatan Tembelang. Total 33 paket kegiatan.
Menyesuaikan hasil musyawarah rencana pembangunan (musrenbang) kecamatan.
’’Menampung usulan teman-teman di kecamatan,’’ ucapnya.
Sebanyak 18 kecamatan itu, masing-masing terdapat jumlah paket yang berbeda.
Paling banyak di Kecamatan Jombang, lima paket. Disusul Kecamatan Sumobito empat paket.
Kecamatan Kabuh dan Jogoroto tiga paket. Serta dua paket di Kecamatan Mojowarno, Ploso, dan Kudu.
Sisanya atau satu paket, masing-masing di Kecamatan Megaluh, Bareng, Mojoagung, Plandaan, Ngusikan, Wonosalam, Perak, Gudo dan Bandarkedungmulyo, serta Kesamben.
’’Rata-rata pemeliharaan dan rekonstruksi jalan, untuk pembangunan TPJ (tembok penahan jalan) di Sumobito saja,’’ ujarnya.
Paling besar paket peningkatan jalan Talunkidul-Kesamben dengan pagu anggaran Rp 1,8 miliar.
Serta rekonstruksi jalan Pagerwojo-Pucangsimo Rp 1,4 miliar.
’’Serta rehabilitasi jalan Ngusikan-Ngampel Rp 1 miliar,’’ kata Bayu.
Program pagu indikatif kewilayah (PIK) tahun depan diplot Rp 31,5 miliar.
Diperuntukkan bagi seluruh kecamatan. Anggaran sebesar itu rencananya dipriroitaskan untuk infrastruktur, baik jalan maupun jembatan.
Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Jombang, Danang Praptoko, menjelaskan, tahun depan untuk PIK masih tetap dianggarkan dalam APBD 2025.
’’Iya, Rp 31,5 miliar,’’ katanya dikonfirmasi.
Program itu sesuai dengan hasil musrenbang kecamatan. Ada beberapa skala prioritas. Namun, paling diutamakan untuk infrastruktur.
’’Paling banyak infrastruktur,’’ ujar Danang. (fid/jif)
Editor : Ainul Hafidz