JombangBanget.id – Pelaksanaan proyek preservasi jalan kabupaten ruas Jatigedong-Jatibanjar milik Kementerian PU jadi sorotan DPRD Jombang.
Pasalnya, hingga Jumat (22/11) lalu, progres pekerjaan yang menelan anggaran dari APBN mencapai miliaran rupiah itu masih di bawah 50 persen.
Padahal, Desember pekerjaan harus tuntas.
Anggota Komisi C DPRD Jombang Mas’ud Zuremi mengatakan, meski proyek tersebut bukan kewenangan pemerintah daerah, tetap harus dilakukan pengawasan.
”Tetap harus dilakukan pengawasan, apalagi anggarannya besar dan ini juga sudah mepet akhir tahun,” terangnya.
Dari informasi yang ia terima, progres pekerjaan hingga kini belum mencapai 50 persen. Padahal sesuai kontrak kerja, Desember harus tuntas.
”Kalau melihat progresnya yang masih minim, saya pesimistis itu bisa selesai tepat waktu,” bebernya.
Ia tidak ingin kejadian seperti proyek peningkatan jalan nasional di Kecamatan Peterongan terulang.
Ia tidak ingin, lantaran dikejar target, lantas pengerjaan asal-asalan. Sehingga ujung-ujungnya masyarakat Jombang yang paling dirugikan.
”Seperti pengecoran jl nasional di Kecamatan Peterongan dulu, baru dibangun sudah retak di sana sini, baru sekitar 5 tahun sudah dibongkar total, padahal anggarannya mencapai puluhan miliar,” bebernya.
Karenanya, pihaknya juga mendorong Pemkab Jombang juga melakukan pengawasan pelaksanaan proyek tersebut.
”Paling tidak dinas PUPR bisa melaporkan kondisi dan progres pembangunan jalan itu ke Kementerian PU jika terjadi keterlambatan,” tandasnya.
Sementara itu, Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) 4.2 Provinsi Jatim dari Balai Besar Pelaksanaan Jalan Nasional Jawa Timur–Bali Siti Sekar Gondo Arum mengakui, untuk saat ini pekerjaan masih berjalan.
Fokus pada saluran dan pengurukan.
”Di lapangan kami sedang melakukan pekerjaan pemasangan batu, saluran kemudian dilanjutkan dengan pekerjaan timbunan,” katanya dikonfirmasi, Senin (25/11).
Meski progres pekerjaan pada Jumat (22/11) lalu masih mencapai 35 persen, Sekar mengklaim pekerjaan sesuai dengan jadwal yang ditentukan.
”Alhamdulillah sampai sekarang tidak ada keterlambatan, mohon doanya agar tetap on schedule, walaupun intensitas hujan sudah sering turun di Jombang,” ujar dia.
Seperti diberitakan sebelumnya, proyek preservasi jalan kabupaten ruas Jatigedong-Jatibanjar milik Kementerian PU di Kecamatan Ploso Jombang hingga kini masih berjalan.
Meski waktu pelaksanaan menyisakan tinggal sebulan, progres masih di angka 35 persen.
Pantauan di lokasi hingga Jumat (22/11) siang, pengerjaan proyek jalan ini masih berjalan.
Sejumlah pekerja, terlihat masih mengerjakan bagian samping jalan, alias pembuatan tembok penahan jalan.
Sementara bagian tengah jalan, masih terlihat melompong, meski pemadatan tanah terlihat sudah dilakukan di beberapa titik.
”Sampai saat ini, kami sedang banyak pekerjaan pasangan batu kemudian ada pekerjaan saluran dan timbunan,” terang Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) 4.2 Provinsi Jatim dari Balai Besar Pelaksanaan Jalan Nasional Jawa Timur–Bali Siti Sekar Gondo Arum.
Sekar menyebut, hingga Jumat (22/11) progres pekerjaan itu belum sampai 50 persen. ”Total sudah 35 persen,” ungkapnya. (yan/naz)
Editor : Ainul Hafidz