JombangBanget.id – Dari 12 paket proyek strategis daerah (PSD) Jombang 2025, dua di antaranya menuju proses lelang dini.
Itu setelah penyusunan dokumen perencanaan atau DED (Detail Engineering Design) rampung dan dibahas lintas organisasi perangkat daerah (OPD).
Keduanya yakni pekerjaan fisik pembangunan Puskesmas Keboan, Ngusikan, Jombang dengan pagu Rp 5,2 miliar.
Serta pembangunan Puskesmas Jelakombo Jombang Rp 6,3 miliar.
Keduanya diplot bersumber APBD 2025.
’’Dokumennya belum dikirim ke kami, tetapi kemarin (8/11) Dinas Kesehatan (Dinkes) sudah mengundang kami untuk membahas itu (lelang dini),’’ kata Kepala Bagian Pengadaan Barang dan Jasa (PBJ) Setdakab Jombang, Joko Murcoyo, (8/11).
Dalam pertemuan itu, pihaknya juga melibatkan OPD teknis lain.
Di antaranya, Inspektorat, Dinas PUPR hingga Bagian Administrasi Pembangunan Setdakab Jombang.
’’Sudah ada time line dua paket yang akan menggunakan metode tender dini, karena posisi DED sekarang sudah selesai,’’ imbuhnya.
Saat ini tengah dilakukan review sebelum nantinya naik tender.
’’Sekarang posisinya di Dinas PUPR, setelah di-review bersama Inspektorat. Ketika tidak ada kekurangan, antara akhir November atau awal Desember baru di-launching (naik lelang),’’ ujarnya.
Baca Juga: Pemkab Mulai Bahas Proyek Strategis Daerah 2025, Berikut Paket yang Masuk Usulan
Sampai saat ini, hanya dua paket itu yang sudah berproses mengajukan lelang dini.
Untuk paket lainnya, belum ada sinyal. ’’Harapannya minimal ada lima paket (PSD 2025) yang tender dini,’’ ungkapnya Joko.
Meski ditender menjelang tutup tahun, untuk tandatangan kontrak dengan pemenang lelang nantinya tetap dilakukan tahun depan.
’’Yang jelas kontrak dengan penyedia Januari, setelah APBD 2025 ditetapkan. Tender dini ini sebagai percepatan saja,’’ kata Joko.
Pemkab Jombang sudah menetapkan PSD 2025 pada 13 September lalu. Ada 12 paket masuk proyek strategis daerah.
Rinciannya, sembilan pekerjaan konstruksi fisik dan tiga paket pengadaan barang. (fid/jif)
Editor : Ainul Hafidz