JombangBanget.id – Rencana Pemkab Jombang menyerahkan pengelolaan Tirta Wisata di Desa Keplaksari Kecamatan Peterongan, Jombang, ke investor terus dimatangkan.
Pj Bupati Jombang Teguh Narutomo masih menunggu jawaban dari investor asal Jakarta.
’’Terus kita komunikasikan. Kemarin kita mau ketemu, tapi belum bisa. Mudah-mudahan pekan depan bisa ketemu,’’ katanya (1/11).
Pertemuan itu diharapkan membuat investor tertarik untuk mengelola Tirta Wisata.
Saat ini, investor masih menghitung potensi untung rugi mengenai investasi di Jombang.
’’Kita sudah fasilitasi perizinan dan lain-lain. Tapi, namanya investor, mereka masih menghitung untung ruginya,’’ terangnya.
Pria asli Pontianak ini menawarkan investasi dengan skema investasi bangun guna serah (BGS).
’’Dia (investor) masih menghitung yang paling representatif,’’ jelasnya.
Dari pembicaraan awal, lanjut Teguh, investor asal Jakarta ingin membangun hotel dan pusat perbelanjaan publik alias mall.
’’Dengan sekalian menghidupkan wisatanya. Tapi itu masih wacana dan butuh pembahasan agak panjang,’’ ungkapnya.
Sebelumnya, anggota DPRD Jombang, M Subaidi Muctar, sepakat pengelolaan taman Tirta Wisata (TW) di Desa Keplaksari Kecamatan Peterongan diserahkan pihak ketiga.
Menurutnya, secara kapabilitas, Pemkab kurang berkompeten untuk mengelola TW.
Sehingga, lebih baik diserahkan ke investor atau pihak ketiga.
’’Dinas pariwisata tidak punya kompeten mengelola. Tahun 90-an saya masih ingat, Tirta Wisata itu jadi primadona, namun karena kurang terawat sekarang mati suri seperti itu,’’ kata M Subaidi Muctar, (23/9).
Rencana pemkab menggandeng pihak ketiga untuk mengelola Tirta Wisata sudah bagus.
Tinggal nantinya kesepakatan pemkab dan pihak ketiga dalam menjalin komunikasi untuk menentukan bagi hasil.
Ia juga minta agar memfasilitasi investor yang masuk. Terutama memberikan arahan agar bisa memproses perizinan lebih cepat dan mudah.
’’Jangan sampai dipersulit, apalagi izin yang ribet,’’ ucap politisi senior PKB ini. (ang/jif)
Editor : Ainul Hafidz