Bisnis Desa Kita Features Hiburan Hukum Jombangan Jurnalisme Warga Kesehatan Kuliner Lifestyle Nasional Olahraga Pemerintahan Pendidikan Peristiwa Politik Politika Religia Sosok Wisata

Waduh! 1.596 Warga di Jombang Terserang Penyakit Gondongan, Ini Penyebabnya

Anggi Fridianto • Rabu, 30 Oktober 2024 | 17:10 WIB
Photo
Photo

Jombangbanget.id - Persebaran penyakit gondongan di Jombang tahun ini begitu masif.

Betapa tidak, terhitung sejak Januari-Oktober, tercatat sebanyak 1.596 warga terpapar penyakit menular ini.

Mayoritas menjangkiti anak-anak. Untuk menekan persebaran kasus, Dinas Kesehatan Jombang melakukan penyelidikan epidemologi ke sekolah-sekolah.

”Jadi, 1.596 kasus gondongan itu akumulasi dari Januari sampai Oktober dari 34 puskesmas.

Biasanya gondongan menyerang anak-anak pada musim kemarau,” kata Kepala Dinas Kesehatan Jombang dr Hexawan Tjahja Widada kepada Jawa Pos Radar Jombang.

Ia mengatakan, gondongan disebabkan oleh virus paramyxovirus.

Meski tidak berbahaya dan bisa sembuh dalam waktu 1-2 minggu, penyakit ini perlu diwaspadai karena bisa menular melalui droplet (percikan air liur).

Meski hingga kini persebaran kasusnya masih cukup banyak terjadi di sekolah-sekolah, dr Hexa menyebut jumlah penderita setiap bulannya berangsur menurun.

”Kalau misalnya dihitung per bulan turun, untuk data lengkapnya setiap bulan maaf saya sedang rapat di Jakarta hari ini,” jelasnya.

Meski begitu, tidak semua anak mudah tertular gondongan, sesuai dengan kekebalan tubuh anak masing-masing.

”Jadi solusinya ya daya tahan tubuh diperkuat, pakai masker, kalau kena gondongan jangan masuk sekolah sementara agar temannya yang lain tidak terpapar,” katanya.

Banyaknya kasus gondongan belakangan ini, pihaknya meminta puskesmas untuk melakukan penyelidikan epidemologi ke sekolah, mengidentifikasi penderita dan kontak eratnya.

Melakukan terapi supportif dan simptomatis pada penderita, meminta penderita isolasi mandiri di rumah, meminta karantina mandiri kontak erat.

Dan melakukan konseling ke sekolah untuk menerapkan perilaku hidup bersih dan sehat, makan makanan dengan gizi seimbang, cuci tangan pakai sabun, etika batuk dan bersin, serta memakai masker.

”Kami juga minta puskesmas berkoordinasi dengan sekolah agar meliburkan siswa yang sakit dan kontak eratnya,” jelasnya.

Salah satu sekolah yang puluhan siswanya mengalami gondongan adalah SDN Jombatan 3.

Dua bulan terakhir, siswa banyak yang mengalami gondongan. Penyebarannya hampir merata di setiap kelas.

”Ya di sini cukup banyak, kami sudah koordinasi dengan puskesmas Jabon soal gondongan ini,” kata Donny Erfantoro, kepala SDN Jombatan 3.

Hingga kemarin, total masih ada 13 siswa yang masih istirahat di rumah karena gondongan.

Yaitu kelas 1 ada 1 siswa, kelas 5 ada 3 siswa, dan kelas 6 ada 7 siswa.

”Sebelumnya, kelas 3 B hampir separuh yang kena, tapi sekarang sudah sembuh,” katanya.

Jumlah siswa yang sudah sembuh ada 20 siswa. Yaitu 13 siswa dari kelas 3 dan 4 siswa dari kelas 2, 2 siswa dari kelas 1, dan 1 siswa dari kelas 6.

Donny menerangkan, awal gondongan disadari menjadi sebuah wabah pada akhir September lalu. Setelah ada siswa yang mengalami penyakit gondongan, ia langsung berkonsultasi dengan Puskesmas Jabon.

”Puskesmas mengatakan, jika gondongan virusnya bisa mati secara otomatis, antara 7-10 hari, jadi saya ambil yang paling aman, setelah anak gondongan, saya minta istirahat total di rumah 10 hari,” katanya.

Gondongan yang ditandai dengan bengkak di area pipi dan leher. Jika kempes sebelum 10 hari, Donny minta agar siswanya tetap isirahat di rumah.

Sebab ia khawatir, meski tidak sakit, tapi virus masih aktif dan bisa menulari siswa yang lain.

Kepada seluruh siswanya, ia mengimbau agar menggunakan masker saat berada di sekolah, serta membawa hand sanitizer ke sekolah.

”Kami juga sudah lakukan upaya penyemprotan dengan desinfektan, agar kawasan sekolah lebih steril,” pungkasnya. (wen/naz)

Editor : Ainul Hafidz
#Marak #kasus #gondongan #Jombang #Dinkes Jombang