JombangBanget.id – Setelah sempat berlarut-larut tanpa kejelasan, proyek preservasi jalan ruas Jatigedong-Jatibanjar milik Kementerian PUPR akhirnya mulai dikerjakan.
PT Liman Jaya Trans Mix asal Pasuruan dikejar target lantaran hanya memiliki waktu hingga akhir Desember untuk menuntaskan proyek.
Seperti yang terpantau di lokasi hingga Rabu (23/10) siang, pekerjaan sudah terlihat dilakukan.
Beberapa alat berat mulai beroperasi di lokasi dan mulai melakukan pengerukan bahu jalan.
Pemindahan deretan tiang listrik sebelumnya sudah berjalan lebih awal.
”Ya memang sudah dimulai dikerjakan satu sampai dua mingguan ini,” terang Ahmad Karioto, warga Desa Jatigedong.
Ia menyebut, pekerjaan itu memang masih pada tahapan awal dan pekerjaan dasar.
”Masih pengerukan samping bahu jalan saja,” imbuhnya.
Dari informasi yang ia dapat proyek itu akan berlangsung selama beberapa bulan ke depan.
Dikonfirmasi terpisah, Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) 4.2 Provinsi Jatim dari Balai Besar Pelaksanaan Jalan Nasional Jawa Timur–Bali Siti Sekar Gondo Arum membenarkan dimulainya proyek.
”Untuk proyek ruas Jatigedong-Jatibanjar sudah mulai bekerja, alhamdulillah,” terangnya melalui pesan singkat yang dikirim ke nomor wartawan.
Sekar menyebut, pelaksana proyek memiliki waktu sampai akhir Desember 2024 mendatang.
”Rencana pekerjaan sampai akhir Desember 2024,” pungkasnya.
Untuk diketahui, lelang proyek preservasi jalan Jatigedong-Jatibanjar, Pacet-Trawas, dan Pacing-Pacet itu dimenangkan PT Liman Jaya Trans Mix asal Pasuruan, Jawa Timur dengan harga Rp 38.619.490.893 dari HPS Rp 45.002.123.192.
Seperti yang tertulis di laman LPSE Kementerian PUPR.
Dalam proyek itu, nantinya jalan yang semula aspal, akan diganti dengan material rigid alias cor beton.
Selain itu, lebar jalan sebelumnya lebar 6 meter ada tambahan bahu jalan satu meter.
Selain itu, jembatan seng yang berdiri di atas Kali Marmoyo juga akan diganti dengan jembatan permanen. (riz/naz)
Editor : Ainul Hafidz