JombangBanget.id – Kualitas proyek pembangunan Puskesmas Perak, Jombang, rendah.
Gedung yang menelan anggaran sebesar Rp 4,2 miliar dari APBD 2023 kini muncul banyak kerusakan.
Selain muncul banyak kebocoran saat musim hujan, sejumlah plafon kini jebol.
Akibatnya pelayanan kesehatan terganggu.
Pantauan di lokasi Senin (21/10), kebocoran bagian atap ditemukan di ruang rawat inap lantai 2 dan ruang unit gawat darurat (UGD).
Di ruang rawat inap pasien laki-laki dan perempuan di lantai dua, terlihat sejumlah bagian plafon jebol.
Sisa-sisa genangan air di ruangan juga masih terlihat. Petugas puskesmas juga memasang sejumlah tong dan timba sebagai tempat penadah air hujan.
Kondisi ruangan UGD juga memprihatinkan. Terlihat sejumlah titik plafon sudah bolong terkena cucuran air hujan. Bahkan kondisi langit-langit ruangan sudah rusak berat.
Saat dikonfirmasi, Kepala Puskesmas Perak Oisatin tak menampik kondisi kerusakan di gedung Puskesmas Perak.
Salah satunya di ruang rawat inap pasien di lantai dua.
”Jadi, kemarin (Minggu) pas hujan itu atap lantai atas ada yang bocor, terus plafonnya sampai jebol,” kata Oisatin (21/10).
Baca Juga: Dekatkan Layanan ke Masyarakat, Puskesmas Megaluh Jombang Rutin Lakukan Pusling
Menurutnya kebocoran atap di lantai dua cukup besar. Sehingga air hujan bercucuran masuk ke ruangan dan menggenangi lantai.
Ruang UGD, menurut Oisatin, kondisinya sebelumnya juga sudah rusak. Bagian atap terdapat banyak bocoran.
”Makanya kita kasih timba sama bak buat nampung air,” kata Oisatin.
Terkait kerusakan itu, pihaknya sebelumnya juga sudah melaporkan kepada dinas teknis.
Pasalnya, proyek tersebut masih menjadi tanggung jawab kontraktor alias masih dalam masa pemeliharaan.
”Karena pemeliharaannya masih ikut kontraktor, tadi (kemarin) sudah kami laporkan ke dinas,” tutur dia.
Kendati begitu, hingga Senin (21/10), belum ada penanganan di lokasi bocoran maupun jebolnya plafon lantai dua.
Di ruang UGD masih terdapat lima bak dan timba berjejer di antara bed pasien.
Sisa-sisa air hujan juga terlihat masih menetes membuat lantai area itu licin, meski sudah kerap dibersihkan.
”Sampai hari ini (kemarin) belum diperbaiki,” kata Oisatin.
Kondisi itu membuat dia ketar-ketir. Sebab, saat ini sudah mulai masuk musim penghujan.
”Untuk sementara pasien tidak kami lewatkan depan, karena lantainya licin. Jadi lewat samping,” ujar dia.
Ia berharap kerusakan segera ditangani. Sebab, sangat berdampak pada pelayanan puskesmas.
”Kami sendiri tidak tahu, ini bocornya dari mana, apakah talangnya atau ada instalasi air yang rusak,” kata Oisatin. (fid/naz)
Editor : Ainul Hafidz