Bisnis Desa Kita Features Hiburan Hukum Jombangan Jurnalisme Warga Kesehatan Kuliner Lifestyle Nasional Olahraga Pemerintahan Pendidikan Peristiwa Politik Politika Religia Sosok Wisata

DLH Jombang Dorong Penyelesaian Soal Limbah B3, Berikut Deretan Inovasi dan Prestasi 2024

Anggi Fridianto • Senin, 21 Oktober 2024 | 17:41 WIB

 

TINJAU: Kunjungan Menteri LHK Siti Nurbaya ke lokasi pemulihan lahan terkontaminasi Limbah B3 dan peleburan logam yang dikelola Koperasi SMARS di Sumobito, Jombang, (21/1).
TINJAU: Kunjungan Menteri LHK Siti Nurbaya ke lokasi pemulihan lahan terkontaminasi Limbah B3 dan peleburan logam yang dikelola Koperasi SMARS di Sumobito, Jombang, (21/1).

JombangBanget.id – Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Jombang terus berinovasi dalam mengatasi berbagai persoalan serta isu strategis bidang lingkungan hidup.

DLH terus mendorong penyelesaian permasalahan meliputi limbah B3 (bahan berbahaya beracun), penurunan kualitas dan kuantitas sumber daya air, serta belum maksimalnya pengelolaan sampah.

Kepala DLH Jombang Miftahul Ulum mengatakan, untuk penyelesaian permasalahan limbah B3, sejak 2021 hingga sekaang, DLH telah menginisiasi program pengembangan inovasi Pengawasan Lingkungan, Pemulihan Lahan Terkontaminasi, dan Pembangunan Sentra Slag Aluminium (P3 Terpadu).

”P3 Terpadu adalah solusi yang komprehensif dalam menyelesaikan permasalahan pemanfaatan limbah B3 slag aluminium illegal yang telah berlangsung sejak tahun 1970. Setelah berjalan 50 tahun, melalui P3, DLH Jombang berkolaborasi  dengan banyak pihak, sehingga mampu menyelesaikan permasalahan yang menjadi isu utama ini,’’ ujar dia.

Melalui pengawasan dan  fasilitasi pembangunan sentra IKM, sebanyak 180 pelaku usaha ilegal tuntas diselesaikan pada tahun 2024.

Melalui kegiatan pemulihan, dari 104 titik pembuangan illegal limbah aluminium, sampai dengan tahun 2024, 15 lokasi telah dipulihkan, menghentikan pencemaran dan mengembalikan fungsi lahan sesuai peruntukan.

”Pemulihan lahan dan sentra koperasi pemanfaatan logam adalah yang pertama di Indonesia dan menjadi percontohan kabupaten/kota lainnya di Indonesia,” imbuhnya.

Sementara itu, untuk penyelesaian penurunan kualitas dan kuantitas sumber daya air, pada 2024 ini, Kementerian LH memberikan dukungan alat pengendali pencemaran air (Onlimo) dan alat pengendali pencemaran udara (AQMS) yang merupakan sistem pemantauan kualitas air/ udara secara kontinu, otomatis, dan daring (online) berbasis aplikasi.

”Perlengkapan ini tentunya akan memaksimalkan upaya pengendalian dan pemantauan kualitas air. Penyelamatan sumber daya air, hutan, dan keanekaragaman hayati menjadi prioritas yang telah dilakukan oleh dinas LH,’’ tambahnya.

DLH Jombang juga berkomitmen melahirkan inovasi dalam persoalan sumber daya air.

Baca Juga: Inovasi Ini Jadi Andalan DLH Jombang Atasi Limbah Tahu dan B3

Salah satunya program Permata Hati (Perlindungan Mata Air Dan Hutan Berbasis Partisipasi) di Dusun Segunung, Desa Carangwulung, Kecamatan Wonosalam, yang sebelumnya dikembangkan di Dusun Mendiro, Desa Panglungan.

”Permata Hati di Dusun Segunung dilakukan dengan pendekatan keanekaragaman hayati, konservasi, edukasi, pemberdayaan masyarakat dan kearifan lokal melalui beberapa event rutin yang dikemas menarik dengan upacara adat ruwatan sumber mata air penyatuan air dari 7 sumber di Dusun Segunung, upacara adat panen kopi (wiwit kopi) dan beberapa event lain,’’ jelas dia.

Ulum menambahkan, dalam hal peningkatan pelayanan sampah juga terus dilakukan oleh dinas lingkungan hidup.

Pada 2024, dilaksanakan pembangunan tujuh lokasi TPS3R melalui penganggaran APBN dan APBD kabupaten, yang diharapkan dapat meningkatkan layanan penanganan maupun persentase pengurangan sampah.

”Pembangunan TPS3R dilakukan di Desa Wonosalam, Menganto, Mancilan, Ngumpul, Sukosari, Sambirejo, dan Desa Jatipelem,’’ jelas dia.

Selain itu, sejak 2022, DLH telah menginisiasi program Jombang RESIK (Reduksi Sampah Mulai Dari Kita).

Program Jombang RESIK merubah konsep pengolahan sampah yang sebelumnya kumpul angkut buang menjadi pengurangan di hulu sampai dengan hilir, mengoptimalkan pengurangan sampah berbasis masyarakat mulai dari pembiasaan perilaku, pengembangan bank sampah dan TPS 3R, manajemen tata kelola sampah sampai dengan reduksi sampah di TPA (tempat pemrosesan akhir) sampah.

Disamping itu, pengentasan persoalan sampah juga dioptimalkan di TPA sampah Banjardowo, Jombang.

Lokasi tersebut merupakan salah satu TPA yang dioperasionalkan dengan konsep ramah lingkungan, dilengkapi dengan fasilitas pemilahan, komposting, sanitary landfill dan pengolahan limbah dan gas metana.

”Angka layanan pengelolaan sampah meningkat sampai dengan Akhir September 2024, yaitu penanganan sampah telah mencapai 30,51 persen, pengurangan sampah telah mencapai 14,80 persen,” imbuhnya.

Upaya peningkatan partisipasi masyarakat dilakukan melalui program Adiwiyata (sekolah peduli dan berbudaya lingkungan), Ecopesantren (Pesantren ramah lingkungan), Saka Kalpataru, Youth Green Leadership (Program Pendampingan Duta Lingkungan) dan beberapa event yang dilakukan.

”Selama tahun 2024, beberapa event lingkungan yang dikemas menarik berbasis partisipasi di antaranya: Hari Peduli Sampah Nasional di Pasar Barongan tanggal 25 Februari 2024, Jombang Eco Creative tanggal 28 – 29 Juni 2024 dan yang terakhir konsep Less Waste Event pada Jombang Fest 2024,’’ pungkasnya. (ang/naz)

Editor : Ainul Hafidz
#klhk #Permasalahan #DLH #inovasi #Jombang #limbah b3 #program #prestasi