Jombangbanget.id - Rencana Pemkab Jombang menggandeng pihak ketiga untuk mengelola aset Taman Tirta Wisata terus dimatangkan.
Bebeberapa investor yang berminat bahkan sudah mengirimkan tim meninjau Tirta Wisata. Namun demikian, sampai saat ini masih berproses.
”Kemarin ada tiga (pihak investor) yang sudah melakukan survei,” kata Kepala Dinas Kepemudaan Olahraga dan Pariwisata (Disporapar) Jombang Bambang Nurwijanto, Jumat (18/10) kemarin.
Hanya saja, dirinya belum bisa memastikan pengurusan aset ini akan tuntas mengingat banyak kajian yang harus dilakukan baik dari pihak ketiga maupun dari pemerintah sendiri.
”Untuk prosesnya masih panjang. Di sana (pihak ketiga, Red) juga melakukan kajian-kajian seperti apa pengelolaannya dan lain sebagainya,” imbuhnya.
Selain itu, dari pemkab sendiri, lanjut Bambang, tentunya juga harus melakukan kajian-kajian tidak hanya di disporapar saja, melainkan melibatkan banyak pihak.
”Tentu tidak kami sendiri, karena ini aset daerah tentu banyak yang dilibatkan seperti BPAKD dan OPD-OPD lainnya,” katanya.
Saat disinggung mekanisme pengelolaannya, Bambang sendiri tidak bisa menjelaskan secara pasti. Karena saat ini masih dilakukan pembahasan.
”Jadi kami masih belum tahu apakah nanti dilakukan sistem sewa atau seperti apa, karena ini masih dalam pembahasan dan tahapannya masih panjang,” pungkasnya.
Sebelumnya, Pemkab Jombang mematangkan rencana melakukan kajian aset Taman Tirta Wisata dengan menggandeng pihak ketiga.
Pagu anggaran yang disiapkan Rp 99 juta bersumber dari anggaran pendapatan dan belanja daerah (APBD) perubahan 2024.
Langkah itu dilakukan sebagai upaya optimalisasi aset.
Mengingat, kontribusi pendapatan asli daerah (PAD) dari aset Taman Tirta Wisata Jombang sangat minim, di kisaran Rp 7 juta per tahun. Ironisnya, Pemkab Jombang justru tekor lantaran harus mengeluarkan biaya untuk pemeliharaan, belum lagi menggaji 12 petugas setiap bulannya. (yan/naz)
Editor : Anggi Fridianto