JombangBanget.id - Dinas Perumahan dan Permukiman (Perkim) Jombang juga berupaya mengentaskan rumah tidak layak huni masyarakat melalui program Rehabilitasi Tidak Layak Huni (RTLH).
Hal ini juga dibantu inovasi dari dinas, yakni SIGAPP-RTLH (Sistem Informasi Pendataan dan Penanganan Rumah Tidak Layak Huni).
Kepala Dinas Perkim Jombang Agung Hariadi mengatakan, untuk mewujudkan dan mempercepat capaian program tersebut dengan menciptakan sebuah inovasi sistem SIGAPP-RTLH.
”Inovasi berbasis web dan berupa aplikasi smartphone ini merupakan upaya yang dikembang dari aplikasi PKP Perkim,” katanya.
Agung menjelaskan, inovasi ini diciptakan sebagai salah satu sarana pendukung percepatan penanggulangan kemiskinan bagi masyarakat yang menempati rumah tidak layak huni dengan di dukung oleh pendataan dan pemutakhiran data yang terintegrasi serta pembiayaan penanganannya.
”Dalam pelaksanaan SIGAPP-RTLH kolaborasi antarOPD dan sampai pemerintahan desa bersama-sama berpartisipasi dalam pelaksanaannya, keterpaduan data, dan informasi sangat mendukung dalam mewujudkan rumah layak huni bagi masyarakat,” bebernya.
Dirinya menambahkan, hal ini memiliki kebaruan dalam tahapan pendataan secara online, efektif sesuai dengan salah satu tujuan pembangunan daerah yang bertujuan untuk meningkatkan tata kelola pemerintahan yang profesional, akuntabel, inovatif, transparan, dan efektif serta penyelenggaraan digitalisasi layanan publik.
”Data yang terdapat dalam sistem ini merupakan data usulan dan informasi yang telah dilakukan verifikasi dan peninjauan dilokasi,” ungkapnya.
Pendataan RTLH ini sangat penting dan menjadi salah satu dasar dalam penanganannya.
”Pendataan dan identifikasi RTLH dilakukan secara akurat dan cermat di lokasi selain pendataan administrasinya yang sudah kami susun masing-masing SOP-nya serta prosedur pelaksanaannya,” bebernya.
Harapannya, dengan sistem baru dan penanganan RTLH yang didukung serta kerja sama berbagai pihak ini dapat mewujudkan pelayanan dan pemenuhan kebutuhan dasar masyarakat khususnya penyediaan hunian yang nyaman dan aman segera terpenuhi dan tuntas.
”Dengan harapan tidak ada lagi rumah dengan kondisi tidak layak di Jombang,” pungkasnya. (yan/naz)
Editor : Ainul Hafidz