JombangBanget.id - Puluhan warga Desa Banjardowo, Kecamatan Kabuh, Jombang, menggeruduk kantor desa Rabu (11/9) siang.
Warga dari berbagai dusun meminta Kepala Desa Banjardowo Rahardian Firmansyah turun dari jabatan.
Pantauan lapangan, massa mendatangi lokasi kantor Desa Banjardowo sekitar pukul 10.00 WIB.
Puluhan warga terlihat datang menggunakan sepeda motor dan dikawal dua mobil komando dengan sound sistem.
Warga yang didominasi emak-emak ini, datang sambil membawa sejumlah poster bernada tuntutan.
Di antara spanduk bertuliskan 'Kami Butuh Kades yang Bisa Merakyat', 'Kami Butuh Pelayanan Bukan Omongan', 'Butuh Kades yang Bisa Ngayomi Masyarakat', dan juga tulisan 'Turunkan Kepala Desa Banjardowo'.
Salah watu perwakilan massa aksi Sumarji mengatakan, aksi demo itu dilakukan karena warga merasa sudah jengah dengan kelakukan Kepala Desa Banjardowo.
Menurut mereka, selama ini Kepala Desa Banjardowo (Kades) tidak menjalankan tugasnya dengan baik dibuktikan dengan hampir tiga tahun jarang ngantor.
”Masyarakat Banjardowo jengkel dengan kelakuan kades, selama tiga tahun tidak masuk kerja, tidak pernah datang ke balai desa,” kata Sumarji kepada wartawan, Rabu (11/9).
Akibat absennya kades selama bertahun-tahun itu, Sumarji menyebut sejumlah pelayanan kepada masyarakat pun terhambat.
”Jadi kalau ada pengurusan surat itu ya kasunnya yang jalan, nanti kasunnya yang ke rumah kades, pasti lambat lah layanannya,” lontarnya.
Baca Juga: Timbulkan Bau Busuk, Warga Demo Pabrik Pengolahan Bulu Ayam di Kabuh Jombang
Menurut Sumarji, warga ingin kades segera mengundurkan diri dari jabatan.
Bahkan, massa mengancam akan menggelar demo lanjutan dengan jumlah massa lebih banyak jika tuntutan mereka tak dihiraukan.
”Kalau tidak mengundurkan diri ya akan ada unjuk rasa lebih besar lagi,” ujarnya.
Setelah beberapa menit berorasi, beberapa perwakilan warga pun diizinkan masuk ke balai desa untuk menggelar audiensi dengan kades, perangkat desa, dan Forkopimcam Kabuh.
Sementara itu, Kades Banjardowo Rahardian Firmansyah belum bisa dimintai konfimasi.
Namun demikian, ia mengaku siap mundur jika memang ia terbukti melakukan kesalahan fatal.
”Saya siap mundur kalau memang terbukti ada kesalahan fatal,” lontarnya saat berdialog dengan warga.
Setelahnya massa aksi membubarkan diri dengan tertib. (riz/naz)
Editor : Ainul Hafidz