Bisnis Desa Kita Features Hiburan Hukum Jombangan Jurnalisme Warga Kesehatan Kuliner Lifestyle Nasional Olahraga Pemerintahan Pendidikan Peristiwa Politik Politika Religia Sosok Wisata

APBD Perubahan Jombang 2024 Tembus Rp 3,2 Triliun, Proyeksi Pendapatannya Segini

Anggi Fridianto • Rabu, 11 September 2024 | 02:53 WIB

 

Ilustrasi pendapatan asli daerah atau PAD.
Ilustrasi pendapatan asli daerah atau PAD.

JombangBanget.id – APBD perubahan 2024 Kabupaten Jombang mengalami defisit.

Ini setelah nilai pendapatan yang didapat lebih kecil dari nilai belanja yang dikeluarkan.

Nilai defisit anggaran itu ditutup melalui Sisa Lebih Pembiayaan Anggaran (Silpa) tahun sebelumnya yang mencapai Rp 373 miliar.

Sekdakab Jombang Agus Purnomo menyampaikan, APBD Perubahan 2024 Kabupaten Jombang sudah di dok oleh pemkab dan DPRD Jombang pada akhir Agustus lalu.

Ia menyampaikan, nilai APBD perubahan 2024 Kabupaten Jombang diketahui mencapai Rp 3,2 triliun.

Dengan rincian nilai pendapatan diproyeksikan sebesar Rp 2.841.188.960.681 dan nilai belanja mencapai Rp 3.274.561.265.920.

”Ya, memang ada defisit anggaran dalam APBD perubahan 2024,” ujar dia kepada Jawa Pos Radar Jombang, Senin (9/9).

Namun demikian, ia menegaskan jika APBD perubahan 2024 sudah seimbang.

Sebab, nilai defisit telah ditutup Silpa yang mengendap di kas daerah senilai Rp 373.372.305.239.

”Jadi Silpa tahun kemarin digunakan untuk menutup defisit itu. Sehingga balance antara pendapatan dan belanja,” papar dia.

Pihaknya menguraikan, dalam APBD perubahan 2024, nilai pendapatan juga bertambah dari sebelumnya sebesar Rp 2.810.880.607.771 menjadi Rp 2.841.188.960.681.

”Artinya, ada tambahan nilai pendapatan senilai Rp 30 miliar lebih,” imbuhnya.

Tak hanya itu, nilai belanja dari nilai APBD murni juga bertambah. Dari semula sebesar Rp 3.029.616.650.987 menjadi Rp 3.274.561.265.920.

”Ya, ada penambahan pada nilai belanja sebesar Rp 244 miliar,” pungkasnya.

Pihaknya mengatakan, APBD perubahan 2024 bakal diprioritaskan dalam beberapa sektor.

Masing-masing pembangunan infrastruktur, pendidikan, dan kesehatan.

”Yang paling prioritas infrastruktur dan pembangunan fisik, mulai gedung sekolah yang rusak, serta jalan antarwilayah yang menghubungkan beberapa desa,” papar ketua tim anggaran ini.

Salah satunya, lanjutnya, jalan di Desa Klitih, Kecamatan Plandaan serta jalan di Dusun Banyuasin, Desa Kromong, Kecamatan Ngusikan.

”Sesuai instruksi pak Pj Bupati Jombang dari aspirasi masyarakat, tahun ini akan kita realisasikan,” tegasnya. (ang/naz)

Editor : Ainul Hafidz
#P-APBD #defisit #apbd #apbd perubahan #Jombang #belanja #pendapatan