Bisnis Desa Kita Features Hiburan Hukum Jombangan Jurnalisme Warga Kesehatan Kuliner Lifestyle Nasional Olahraga Pemerintahan Pendidikan Peristiwa Politik Politika Religia Sosok Wisata

Ini Harapan Pedagang Pasar Perak ke Pemkab Jombang Pasca Puluhan Kios Disegel

Ainul Hafidz • Jumat, 6 September 2024 | 03:26 WIB
TUTUP: Kios Pasar Perak banyak yang tutup dan ditinggal pedagang berjualan di emperan jalan.
TUTUP: Kios Pasar Perak banyak yang tutup dan ditinggal pedagang berjualan di emperan jalan.

JombangBanget.id – Karut-marut pedagang Pasar Perak, Jombang hingga kini belum ada penyelesaian konkret.

Banyak pedagang tetap enggan menempati kios dan tetap memilih berjualan di pinggir jalan.

Sementara itu, sekitar 57 kios pedagang yang sebelumnya disegel kondisinya belum berubah.

Pantauan di lokasi Rabu (4/9) pagi, tampak aktivitas pedagang di lantai 2 Pasar Perak sepi.

Hanya beberapa pedagang tetap bertahan. Sebaliknya, kondisi area belakang pasar ramai dipenuhi lapak-lapak pedagang di pinggir jalan.

Sementara itu, kondisi puluhan kios yang sejak Juni lalu disegel, masih belum berubah.

PASAR BAYANGAN: Kondisi belakang Pasar Perak, Jombang atau eks tempat penampungan sementara ramai penjual dan pembeli.
PASAR BAYANGAN: Kondisi belakang Pasar Perak, Jombang atau eks tempat penampungan sementara ramai penjual dan pembeli.

Termasuk lapak-lapak pedagang juga sebagian masih terpasang pita petugas berwarna kuning-hitam.

Tak ada aktivitas signifikan di area itu. Hanya beberapa pedagang tengah duduk menunggu calon pembeli. Rata-rata pedagang pakaian.

Siti Aisyah salah seorang pedagang pakaian mengatakan, sejak disegel sampai sekarang kondisi kios tak berubah masih tutup.

Nggak tahu mau diapakan kios yang ditutup pemerintah,” kata Siti.

Menurut dia, usai penyegelan pedagang diajak berembuk bersama paguyuban.

Salah satu poinnya, agar puluhan kios yang tutup kembali ditempati pedagang.

”Kami sudah tanda tangan, isinya supaya jalan di belakang dibuka lagi,” imbuh dia.

Ia berharap ada upaya konkret dari pemkab untuk menyelesaikan permasalahan di Pasar Perak.

Salah satunya menyikapi pedagang yang enggan menempati kios, dan memilih berjualan di pinggir jalan.

Sebab, kalau kondisinya terus seperti ini, pedagang yang di dalam bisa-bisa gulung tikar.

”Kalau bisa yang di belakang itu ditutup saja dan dipindah ke sini, biar pasarnya (Pasar Perak) ramai,” ujar Siti.

Menurut dia, pemerintah harus berani bertindak tegas jika ingin Pasar Perak ramai.

”Kalau dibiarkan terus-terusan pasarnya sepi,” kata Siti.

Sementara itu, Kepala Dinas Perdagangan dan Perindustrian (Disdagrin) Jombang Suwignyo belum bisa memberi keterangan banyak terkait persoalan Pasar Perak.

Pihaknya tetap berupaya agar pedagang kembali menempati kiosnya.

Sementara kios yang disegel rencana bakal ditawarkan ke pedagang baru.

”Kita menawarkan kepada pedagang lain yang berminat, sementara masih pendekatan dengan pedagang lama,” katanya singkat.

Sebelumnya, kondisi bangunan lantai dua Pasar Perak memprihatinkan.

Banyak pedagang yang enggan menempati lapaknya dan memilih berjualan di pinggir jalan.

Padahal bangunan pasar milik pemkab itu baru saja direhab dan diresmikan sekitar Juni 2023 lalu.

Pemkab sudah mengimbau pedagang agar secepatnya menempati kios di areal pasar.

Bahkan pemkab juga mengancam akan mencabut status hak pakai jika pedagang tetap enggan menempati untuk jualan dengan batas waktu tertentu.

Bukannya, kembali pedagang tetap bertahan jualan di pinggir jalan.

Karena peringatan pemkab tak digubris, sedikitnya ada 57 kios baik di lantai satu maupun dua disegel.

Untuk diketahui, Pemkab Jombang sudah menggelontorkan anggaran mencapai Rp 10 miliar lebih untuk merehab bangunan Pasar Perak.

Masing-masing kegiatan pembangunan lapak sementara pada 2020 menyedot anggaran Rp 376.449.736.

Selanjutnya pembangunan fisik tahap pertama pada 2021 menyedot anggaran sebesar Rp 6.029.189.241.

Sementara pembangunan tahap dua atau pada 2022 menyedot anggaran sebesar Rp 3.759.563.244.

Peresmian dilaksanakan 2023 lalu oleh Gubernur Jatim. (fid/naz)

Editor : Ainul Hafidz
#kios #pedagang #Pemkab #disegel #Jombang #pasar perak