Jombangbanget.id - Selain progres pekerjaan yang minus, pelaksana proyek pembangunan gedung instalasi gawat darurat (IGD) lantai 2 dan 3 RSUD Ploso senilai Rp 4,9 miliar diduga mengabaikan pemenuhan K3 (keselamatan kesehatan kerja.
Pasalnya, banyak ditemukan pekerja tidak melengkapi diri dengan alat pelindung diri (APD) saat bekerja.
Seperti terpantau koran ini kemarin, sejumlah pekerja tampak sibuk dengan tugasnya masing-masing.
Sejumlah pekerja di lantai dua terlihat tidak mengenakan APD, seperti helm pengaman, sepatu maupun rompi.
Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) RSUD Ploso Saean Efendi mengatakan, pihaknya sudah sering kali mengingatkan kontraktor agar para pekerja disiplin mengenakan APD.
”Sudah kami beri peringatan untuk menggunakan APD,” katanya.
Dirinya juga tak menampik, setiap proyek pekerjaan sudah dianggarkan untuk kelengkapan APD para pekerja.
Hanya saja yang mengenakan APD hanya sebagian saja.
”Sudah dianggarkan untuk APD-nya. Untuk APD juga sudah disiapkan kontraktor,” bebernya.
Pihaknya juga akan terus mengingatkan kepada kontraktor agar para pekerja menggunakan APD.
”Kita akan terus ingatkan untuk menggunakan APD,” tegasnya.
Saat dikonfirmasi, Jatmiko pelaksana CV Melati Kurai tak menampik sebagian pekerjanya tidak menggunakan APD.
”Setiap kali akan memulai pekerjaan kami mengingatkan untuk menggunakan APD,” bebernya.
Dirinya juga mengaku sudah menyiapkan APD berupa helm, rompi, dan sepatu seffety sama jumlahnya dengan jumlah pekerja.
”Pekerja kurang lebih 35 orang kita siapkan APD sama jumlahnya dengan pekerja,” ungkapnya.
Bahkan, karena kebanyakan pekerjaan di lantai dua, pihaknya juga sudah menyiapkan untuk menggunakan sabuk keselamatan.
”Khusus pekerjaan lantai dua nanti ada sabuk keselamatan,” pungkasnya.(yan/naz)
Editor : Ainul Hafidz