JombangBanget.id - Lambannya progres proyek gedung instalasi gawat darurat (IGD) lantai 2 dan 3 RSUD Ploso, Jombang senilai Rp 4,9 miliar jadi perhatian serius PPK (pejabat pembuat komitmen) RSUD Ploso.
Sebagai langkah, pihaknya sudah memberikan teguran kepada kontraktor proyek terkait keterlambatan tersebut.
”Kami sudah memberikan peringatan dan teguran. Hasil rapat dengan tim pendamping kejaksaan kami merumuskan target yang harus dicapai pihak kontraktor dalam satu minggu ke depan,” ujar Saean Efendi, pejabat pembuat komitmen (PPK) RSUD Ploso saat dikonfirmasi, Senin (12/8).
Saean menerangkan, sebelumnya pihaknya sudah menggelar rapat kordinasi dengan kejaksaan, inspektorat dan dinas teknis.
Dirinya menyebutkan, SCM pertama ini dilakukan karena memang aturannya, menyusul progres pekerjaannya mengalami keterlambatan pekerjaan.
”Untuk saat ini masih mengalami keterlambatan karena awal pekerjaan kemarin,” bebernya.
Diungkapkan Saean, progres terakhir pekerjaan mencapai 4 persen.
”Apabila nanti tidak mencapai progres kami akan melakukan SCM 2,” katanya.
Dari hasil pekerjaan selama satu Minggu ini, progres pekerjaan akan dilakukan evaluasi.
Apakah sudah memenuhi target atau sebaliknya. ”Kalau sampai nanti SCM 3 tidak memenuhi target. Maka kami akan lakukan putus kontrak,” bebernya.
Meski begitu, lanjut Saean, dirinya optimistis target yang diberikan kepada kontraktor bisa tercapai.
”Kemarin itu keterlambatan karena material dan pekerja. Saat ini material sudah datang dan pekerja sudah ditambah,” bebernya.
Saat ini pekerja yang mengerjakan proyek tersebut mencapai 35 orang.
Selain itu juga, Saean mengaku jam kerja ditambah.
”Jam kerja sekarang sampai jam 22.00, Sabtu dan Minggu juga tidak libur,” tegasnya.
Terlebih lagi, dalam waktu dekat akan melakukan pengerjaan pengecoran di lantai dua.
”Itu nanti nilainya tinggi mencapai 10 persen kalau sudah didek (pengecoran, Red,”pungkas Saean.
Dikonfirmasi terpisah, Jatmiko, pelaksana CV Melati Kurai mengakui, pada minggu keenam memang mengalami keterlambatan pekerjaan.
”Memang pekerjaan saat ini ada keterlambatan karena terkait dengan material dan manajemen,” katanya.
Akan tetapi, dalam minggu ini pengerjaan pengecoran lantai akan segera dikebut.
”Penambahan pengecoran dek itu cukup besar. Sehingga bisa mengejar deviasi,” imbuhnya.
Saat ini pekerjaan dan penambahan jam-jam kerja juga sudah dilakukan untuk mengejar keterlambatan tersebut.
”Target kami paling cepat akhir Agustus atau paling lama awal September struktur kita sudah selesai,” pungkasnya.
Seperti diberitakan sebelumnya, proyek pembangunan gedung IGD RSUD Ploso Jombang mengalami keterlambatan. Diduga proyek IGD RSUD Ploso Jombang dengan nilai kontrak mencapai Rp 4,9 miliar ini dikerjakan oleh pihak kedua alias bukan kontraktor utama yang memenangi lelang.
Meski hal ini dibantah.
”Pekerjaannya sekarang sudah dikerjakan sendiri sama yang menang lelang (CV yang beralamat di jalan nomor 4 Puhun Pintu Kabun, Kota Bukit Tinggi Sumatera Barat),” kata M, salah satu sumber yang namanya enggan dipublikasikan. (yan/naz)
Editor : Ainul Hafidz