JombangBanget.id – Sorotan terkait minimnya rambu peringatan pada proyek peningkatan jalan Cukir-Mojowarno, Jombang, hingga kerap terjadi kecelakaan lalu lintas mendapat respons dari pelaksana proyek PT Puncak Jaya Kontruksi.
”Untuk rambu sebenarnya sudah ada,” ujar Rifat perwakilan PT Puncak Jaya Kontruksi.
Diungkapkannya, sepanjang proyek sudah diberi tanda dengan semacam police line. ”Ada semacam pal tolo police,” katanya.
Dirinya menyebut kecelakaan yang dialami warga Desa Gondek, Kecamatan Mojowarno, Jombang, bukan disebabkan material proyek yang tercecer ke jalan, melainkan laka tunggal.
”Laka tunggal, karena saya juga dapat informasi dari warga sekitar,” pungkasnya.
Seperti diberitakan sebelumnya, proyek peningkatan jalan Cukir-Mojowarno yang menelan anggaran Rp 4,4 miliar banyak dikeluhkan pengguna jalan.
Salah satunya minimnya rambu di lokasi proyek. Di sepanjang lokasi proyek sering terjadi kecelakaan.
Bahkan korbannya sampai meninggal dunia.
Hasil penelusuran Jawa Pos Radar Jombang di lokasi (31/7), terlihat sejumlah pekerja tengah sibuk mengebut proyek pelebaran jalan.
Di lokasi terlihat sejumlah pekerja mengoperasikan sejumlah alat berat.
Di sejumlah titiknya, sebagian ruas jalan sudah selesai dilebarkan. Sementara di titik lainnya, pengerjaan masih berjalan.
Kondisi bahu jalan banyak yang sudah dikeruk hingga membentuk parit yang cukup dalam.
Terlihat tumpukan material proyek tersebar di sejumlah titik di sepanjang bahu jalan.
Mulai tumpukan batu, koral, pasir termasuk beberapa alat berat yang terkonsentrasi di sejumlah titik.
Di lokasi terlihat minim rambu proyek jalan. Deretan lampu PJU di sisi utara jalan juga sudah dilepas.
Istianah, 50, salah satu warga mengatakan, sejak awal pelaksanaan, proyek peningkatan jalan Cukir-Mojowarno banyak dikeluhkan warga lantaran sering terjadi kecelakaan.
Seperti yang dialami pasutri penjual sayuan Sami Kusmiati, 54, dan Romeli Hidayat, 58, warga Dusun Wringinjejer, Desa Gondek, Kecamatan Mojowarno, Jombang yang mengalami kecelakaan diduga akibat terkena material proyek yang tercecer ke badan jalan.
”Tadi sekitar jam setengah empat subuh, orang mau berangkat ke pasar jatuh sampai meninggal. Suaminya yang bonceng luka parah, terus istrinya luka parah dan meninggal di lokasi,” bebernya kepada Jawa Pos Radar Jombang (31/7). (yan/naz)
Editor : Ainul Hafidz