JombangBanget.id - Proyek nasional pembangunan jaringan irigasi Pariterong (Papar-Turi-Peterongan) yang melintasi wilayah Desa Balongbesuk, Kecamatan Diwek, Jombang berdampak pada jalan provinsi.
Sebagian sisi timur Jl KH Hasyim Asy’ari tersebut sudah dilakukan pembongkaran.
Karena proyek tersebut, arus lalu lintas di jalan provinsi diberlakukan one way untuk pengendara dari arah selatan.
”Baru hari ini (kemarin, Red) proyek ini membongkar jalan,” ujar Bambang salah satu warga sekitar.
Pantauan di lokasi, sejumlah pekerja tengah sibuk membongkar sebagian bidang jalan di sisi timur. Petugas memasang road barrier di titik pengerjaan.
Terlihat sejumlah alat berat juga didatangkan ke lokasi. Sementara itu, arus lalu lintas di jalan provinsi tersendat.
Guna menghindari penumpukan kendaraan, petugas melakukan rekayasa lalu lintas.
Arus kendaraan yang melintas dari arah selatan menuju arah Jombang kota tetap bisa melintas.
Sebaliknya kendaraa dari arah Jombang kota ke selatan dialihkan lewat perempatan Balongbesuk ke barat lewat Pandanwangi, atau ke timur lewat Jogoroto.
Dikatakannya, dikarenakan adanya proyek tersebut jalan dijadikan satu jalur saja.
Dirinya sendiri mengaku tidak mengetahui sampai kapan pengerjaan di titik itu akan rampung, sehingga jalan provinsi bisa difungsikan normal kembali.
”Kalau itu saya kurang paham sampai kapannya, kemungkinan ya bisa sampai berbulan-bulan karena jalannya itu dikeruk habis,” bebernya.
Sementara dikonfirmasi, Humas PT Wijaya Karya (Wika) Suryadi mengatakan, untuk pembongkaran jalan provinsi di titik tersebut ini baru dimulai, Selasa (30/7).
”Kami juga sudah melakukan koordinasi dengan dinas perhubungan dan Satlantas Polres Jombang terkait penutupan jalan dari arah utara,” katanya.
Diungkapkannya, pembongkaran jalan ini ditargetkan akan tuntas dalam waktu dua bulan ke depan.
”Kemarin kami izin ke dinas perhubungan dan satlantas itu 2 bulan hingga 3 bulan untuk menyelesaikan jalan,” ungkapnya.
Meski begitu, lanjut Suryadi, karena ini merupakan jalan provinsi, pihaknya tidak menutup jalan sepenuhnya.
Sehingga jalan tersebut masih bisa dilalui meski hanya menggunakan satu jalur saja.
”Kami tidak melakukan penutupan karena jalan juga ramai,” terangnya.
Menyiasati hal itu, pengerjaan di lapangan bakal dilakukan secara bergantian.
”Mekanisme pekerjaan sendiri, nantinya akan mengerjakan sebelah timur dulu, sehingga jalan sebelah barat masih bisa dilalui. Kemudian timur selesai dikerjakan, langsung melanjutkan di bagian baratnya,” pungkas Suryadi.
Sementara itu, Kepala Dishub Jombang Budi Winarno mengakui, pihak pelaksana sudah melakukan koordinasi dengan pemkab dan pihak kepolisian.
”Jadi, hasil rapat dengan teman-teman kepolisian, pekerjaannya selama dua bulan,” kata Budi.
Arus kendaraan yang melintas dari arah selatan menuju arah Jombang kota tetap bisa melintas.
Baca Juga: Jalan Provinsi di Jombang Rusak Dikeluhkan, Bergelombang dan Tergenang
Sebaliknya kendaraan dari arah Jombang kota menuju selatan dialihkan lewat perempatan Balongbesuk ke barat lewat Pandanwangi, atau ke timur lewat Jogoroto.
”Dilakukan pengalihan arus,” bebernya.
Selain memasang road barrie dan flagman, ada juga petugas yang berjaga mengatur arus lalu lintas.
”Jadi ada yang berjaga dan mengatur arus lalin di lokasi itu,” kata Budi. (yan/fid/naz)
Editor : Ainul Hafidz