JombangBanget.id - Dinas Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana - Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak (DPPKB-PPPA) Jombang menggelar jambore anak Kabupaten Jombang.
Jambore dilaksanakan di pendopo Kabupaten Jombang selama dua hari, Selasa-Rabu (30-31/7).
Diikuti 100 anak dari 37 sekolah. Baik anak-anak yang sehat secara fisik maupun anak-anak inklusif atau difabel. Semua berbaur menjadi satu.
Mengusung tema The Spirit Of Gajah Mada, diharapkan jambore anak dapat meningkatkan semangat pemenuhan hak anak.
’’Anak adalah aset yang harus kita jaga. Pembangunan di Kabupaten Jombang ditentukan oleh anak-anak kita sekarang,’’ kata Kepala DPPKB-PPPA Jombang, dr Pudji Umbaran MKP.
Menurut Pudji, masih banyak hal yang harus diperhatikan.
Hak-hak anak juga harus diberikan dan menjadi tanggungjawab bersama.
Seperti hak perlindungan, hak menyampaikan pendapat dan hak mendapatkan identitas.
Hak mendapatkan pendidikan, hak untuk bermain, hak untuk rekreasi dan hak mendapatkan makanan.
Hak mendapatkan jaminan kesehatan dan hak untuk mendapatkan status kebangsaan.
Pemkab berupaya memberikan ruang seluas-luasnya kepada anak untuk mengembangkan bakat dan minatnya.
Nasib Kabupaten Jombang kedepan berada pada pundak anak-anak sekarang.
’’Agar ketika tongkat estafet pembangunan Kabupaten Jombang beralih, anak-anak telah memiliki kesiapan dan kemampuan, untuk membangun Kabupaten Jombang lebih baik,’’ ungkapnya.
Sekdakab Jombang, Agus Purnomo, mengapresiasi DPPKB-PPPA Jombang yang telah mengadakan jambore anak Kabupaten Jombang 2024.
Ia berharap, kegiatan tersebut dapat membangun inovasi dan kreativitas anak di Kabupaten Jombang.
Tahun ini, Jombang mendapatkan penghargaan sebagai kabupaten layak anak dengan kategori Nindya.
Untuk mewujudkan predikat kabupaten layak anak, memerlukan kerjasama dengan seluruh stakeholder. Utamanya di bidang pendidikan yang memiliki kontribusi besar.
’’Anak harus mampu menjadi pelopor dan pelapor,’’ katanya.
Dikaitkan dengan pendidikan, anak tidak cukup hanya pandai, pintar, kompetitif dan terampil.
Anak harus memiliki pendidikan karakter yang baik, menyandang akhlakul karimah.
Lima nilai dasar pendidikan karakter juga harus dilaksanakan.
Yaitu religius, integritas, nasionalis, gotong royong dan mandiri.
’’Lima pendidikan karakter ini harus dikuasai anak, jangan sampai dilupakan,’’ tegasnya. (wen/jif)
Editor : Ainul Hafidz