JombangBanget.id – Hingga saat ini Pemkab Jombang masih belum menuntaskan kajian alih fungsi dua Sub Terminal Mojoagung dan Sub Terminal Ploso.
Kajian dilakukan ini upaya alih fungsi sub terminal yang dinilai tak efektif.
Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) Jombang Budi Winarno mengaku dari tiga sub terminal, satu sudah jelas ahli fungsinya dan sekarang sudah tidak menjadi sub terminal kembali.
”Yang Sub Terminal Ngoro sudah diserahkan ke Bank Jombang sama Kecamatan Ngoro,” ujarnya saat dikonfirmasi.
Hanya saja, untuk Sub Terminal Mojoagung dan Sub Terminal Ploso masih dilakukan kajian.
”Saat ini masih menunggu proses, artinya masih dilakukan kajian terlebih dahulu. Potensialnya sub terminal ini untuk apa,” tegasnya.
Dijelaskan Budi, berkaitan dengan aset, dishub sebagai pengguna aset, sedangkan pengelola aset merupakan sekda.
”Jadi, setelah kami menyerahkan aset ke pak sekda, apabila aset itu ingin digunakan OPD tentu ada pertimbangan dan kajiannya di BPKAD,” bebernya.
Ditambahkan, alih fungsi tentu ini harus dioptimalkan.
Kalau saat ini secara fungsi untuk sub terminal memang belum optimal dari segi PAD.
”Taruhlah nanti digunakan untuk pasar, tentu itu dilakukan kajian lagi,” katanya.
Saat ditanya, PAD yang dihasilkan dua sub terminal itu, Budi mengaku tidak hafal.
”Kalau itu saya tidak hafal,” tegasnya.
Hanya saja, tidak ada uang operasional untuk sub terminal tersebut.
”Ya tidak ada pengeluaran untuk operasionalnya. Pegawai juga dari dishub digaji biasa,” pungkas Budi.
Seperti diketahui, awal Juli tahun lalu Dishub Jombang berkirim surat ke Sekdakab Jombang berkaitan dengan rencana alih fungsi tiga sub terminal.
Langkah ini dilakukan sebagai opsi optimalisasi aset setelah kondisi di lapangan mati suri. (yan/naz)
Editor : Ainul Hafidz