JombangBanget.id - Proyek pambangunan gedung futsal di Desa Godong, Kecamatan Gudo, Jombang disoal warga.
Pasalnya, proyek didanai bantuan keuangan (BK) APBD Kabupaten Jombang tahun 2023 sekitar Rp 850 juta hingga kini belum tuntas dikerjakan.
Inspektorat bahkan sudah terjun melakukan pemeriksaan.
Pantauan Jawa Pos Radar Jombang di lokasi Kamis (27/6) siang, di lokasi juga tidak terpasang papan nama proyek.
Sekitar pukul 12.30 terlihat sejumlah pekerja tengah mengebut pekerjaan.
Sebagian terlihat sibuk memasang instalasi listrik.
Sebagian pekerja lainnya menggarap bagian lantai. Terlihat sejumlah fasilitas belum terpasang.
Di antaranya, gawang, rumput sintetis dan lainnya.
Saat ditanya pelaksana proyek, sejumlah pekerja mengaku tidak tahu.
”Tidak tahu mas, kami cuma kerja masang instalasi listriknya,” terang salah satu pekerja di lokasi.
Beberapa pekerja lainnya juga mengaku tidak tahu saat ditanya pelaksana kegiatan.
”Saya cuma kerja,” sambung pekerja lainnya di lokasi.
Sekitar pukul 13.00, saat wartawan mendatangi kantor Desa Godong yang letaknya bersebelahan dengan proyek lapangan futsal, kondisi kantor desa sudah tutup.
Tidak terlihat satupun perangkat desa. Seluruh ruangan sudah tertutup rapat.
Saat dikonfirmasi melalui sambungan telepon, Kepala Desa Godong Dwi Marwati belum merespons.
Saat dikonfirmasi melalui pesan WhatsApp perihal jumlah anggaran dan pelaksanaan pekerjaan gedung futsal yang belum selesai padahal sudah melewati tahun anggaran, Kades Marwati belum memberikan jawaban.
Salah satu warga membenarkan proyek tersebut merupakan proyek tahun 2023.
”Itu sempat berhenti pekerjannya, kurang tahu kok sampai sekarang belum selesai. Terus baru-baru ini tahu-tahu pekerjaannya dikebut. Waktu saya lewat dua minggu lalu masih masang atap,” ungkap warga yang meminta namanya dirahasiakan.
Dikonfirmasi terpisah, Camat Gudo Arief Hidajat membenarkan perihal pekerjaan proyek gedung futsal yang bersumber dari dana bantuan keuangan (BK) APBD Tahun 2023 di Desa Godong sampai sekarang belum selesai dikerjakan.
”Anggarannya kalau tidak salah sekitar Rp 850 juta. Setelah pantau pekerja sudah sekitar 95 persen, sudah tinggal sedikit, saya pantau terus,” ungkapnya.
Disinggung terkait tindakan yang diberikan pihak kecamatan mengetahui pelaksanaan proyek tahun anggaran 2023 hingga Juni 2024 belum tuntas dikerjakan, Arief mengaku sebelumnya sudah pernah memberikan teguran.
”Pembinaan, surat, teguran juga baik lesan maupun tertulis sudah,” bebernya.
Ditanya terkait pengawasan yang dilakukan pihak inspektorat, Arief menyebut proyek tersebut sudah pernah diperiksa inspektorat.
”2024 awal kalau tidak salah inspektorat masuk,” ungkapnya.
Saat ini pekerjaan sudah hampir tuntas. Tinggal beberapa item kecil saja.
”Tinggal masang rumput sintetis, yang lain saya belum tahu,” singkatnya.
Ditanya perihal laporan pertanggungjawaban mengingat pekerjaan proyek melewati tahun anggaran bahkan hingga pengujung Juni 2024 pekerjaan belum selesai, Arief menyebut tentunya lPj belum.
”SPj belum, wong sampai sekarang pekerjaan belum selesai,” imbuhnya.
Lantas, adakah dampaknya pada realisasi program-program di desa lainnya, mengingat ada proyek yang belum dikerjakan sehingga belum bisa dibuatkan laporan pertanggungjawaban, Arief belum bisa memberikan keterangan detai.
”Jelas nanti ada, kita tunggu saja karena prosesnya belum selesai,” kata Arief. (fid/riz/naz)
Editor : Ainul Hafidz