Bisnis Desa Kita Features Hiburan Hukum Jombangan Jurnalisme Warga Kesehatan Kuliner Lifestyle Nasional Olahraga Pemerintahan Pendidikan Peristiwa Politik Politika Religia Sosok Wisata

Sempat Dilirik Investor Bali, Aset Tirta Wisata Jombang yang Mati Suri

Ainul Hafidz • Jumat, 28 Juni 2024 | 01:25 WIB

 

SEPI: Kondisi water slide Tirta Wisata di Desa Keplaksari, Kecamatan Peterongan, Jombang yang kini mati suri.
SEPI: Kondisi water slide Tirta Wisata di Desa Keplaksari, Kecamatan Peterongan, Jombang yang kini mati suri.

JombangBanget.id – Kondisi aset Taman Tirta Wisata di Desa Keplaksari, Kecamatan Peterongan, Jombang jadi beban pemkab.

Bukannya untung, sudah beberapa tahun pemkab justru tekor lantaran pendapatan yang diterima tak sebanding dengan pengeluaran.

Belakangan terungkap, jika ada investor dari Bali yang sebelumnya melirik aset pemkab seluas 3,5 hektare itu.

Kepala Dinas Kepemudaan, Olahraga dan Pariwisata (Disporapar) Jombang Bambang Nurwijanto mengatakan, tahun ini ada salah satu investor luar daerah yang berkeinginan menyewa aset itu.

”Jadi, kemarin sebelumnya ada yang mau sewa dari Bali,” kata Bambang kepada Jawa Pos Radar Jombang.

Dijelaskan, investor itu melirik area itu namun masih sebatas diskusi, belum sampai melakukan paparan.

”Menyampaikan misalnya akan disewa akan dipergunakan tempat wisata edukasi,” imbuh dia.

Kendati demikian, kala itu investor dari luar Jombang juga menawarkan besaran sewa.

”Mereka minta Rp 100 juta per tahun, sewa selama 20 tahun,” ujar Bambang.

Hanya saja pemkab tak langsung memutuskan menyewakan aset itu.

Baca Juga: Kalangan Ekonom Soroti Aset Tirta Wisata Jombang: Pemkab Sudah Salah Kelola

Menyusul di area tempat wisata itu selama ini belum pernah dilakukan appraisal.

”Pertama, belum pernah di-appraisal, pengalaman sebelumnya ketika itu (appraisal) dilakukan biasanya akan lebih tinggi,” tutur dia.

Kedua, pemkab juga tak setuju ketika harga sewa yang ditawarkan investor itu sama hingga 20 tahun.

”Kedua, Rp 100 juta itu flat sampai 20 tahun,” ujar Bambang.

Karena alasan itu, pemkab belum memberi lampu hijau menyewakan aset itu kepada investor.

Kendati demikian, menurut Bambang, pemkab bakal melakukan kajian.

”Karena itu, tahun ini atau di-PAPBD 2024 akan kita kaji, baik pengelolaan ataupun pemanfaatan ke depan bagaimana,” kata Bambang.

Seperti diberitakn sebelumnya, Kepala Disporapar Jombang Bambang Nurwijanto mengakui, selama ini pendapatan dari Taman Tirta Wisata terbilang minim.

”Jadi, dalam setahun atau 2023 lalu PAD Tirta Wisata Rp 7.245.000,” kata Bambang. (24/6).

Pendapatan itu bersumber dari wahana kolam renang dan waterslide.

Angka itu masih lebih baik dari pendapatan pada tahun-tahun sebelumnya yang besarannya di bawah Rp 7 juta.

”Mulai pandemi Covid-19 tidak sampai segitu, karena waktu itu mandek jegrek,” ujar Bambang.

Ironisnya, setiap tahunnya, pemkab harus mengeluarkan biaya yang jauh lebih besar untuk membayar gaji 12 tenaga, mulai dari petugas kebersihan dan jaga. (fid/naz)

Editor : Ainul Hafidz
#investor #Tirta wisata #bali #mati suri #Jombang #keplaksari #Peterongan #aset