JombangBanget.id – Dinas Tenaga Kerja (Disnaker) Kabupaten Jombang menggelar job fair di Auditorium Undar, Rabu (26/6).
Job fair diikuti 23 perusahaan dengan 2.414 lowongan pekerjaan.
’’Kami berharap, kegiatan ini dapat menurunkan tingkat pengangguran terbuka di Kabupaten Jombang,’’ kata Plt Kepala Disnaker Jombang Nikmatus Sholihah.
Job fair disambut bahagia para pencari kerja. Mereka antusias melihat informasi lowongan dan memasukkan lamaran.
Hingga Selasa (25/6), jumlah pendaftar secara online 1.075 pelamar.
49 persen dari lulusan SMK, 24 persen lulusan SI dan 23 persen lulusan SMA.
Job fair digelar untuk memfasilitasi pertemuan antara pencari kerja dengan perusahaan.
Serta penerapan sistem rekrutmen tenaga kerja secara transparan dan kompetitif.
Selain job fair, Disnaker juga melakukan berbagai upaya untuk menekan angka pengangguran terbuka.
Mulai Januari-Juni 2024, Disnaker telah berhasil melakukan pelatihan kerja berbasis kompetensi untuk menyiapkan tenaga kerja yang kompeten bekerjasama dengan lembaga pelatihan kerja (LPK) swasta sebanyak 770 orang.
Juga menggelar pelatihan berbasis kewirausahaan yang diikuti 40 peserta, dan yang sudah membuka usaha mandiri 25 orang.
Baca Juga: Disnaker Jombang Ungkap Penyebab Perusahaan Ini Tak Mampu Bayar THR ke Karyawan
Serta penempatan kerja sebanyak 1.757 orang.
Terdiri dari penempatan oleh bursa kerja khusus (BKK) 1.073 orang.
Penempatan oleh LPK swasta 438 orang, dan pekerja migran Indonesia yang diberangkatkan 246 orang.
Hadir dalam job fair Pj Bupati Jombang, Sugiat, didampingi istri Yayuk Dwi Irawanti sebagai Pj ketua TP PKK Kabupaten Jombang.
Jajaran pejabat di lingkup Pemkab Jombang.
Tamu undangan dari Dinas Tenaga Kerja Provinsi Jatim, dan kepala dinas tenaga kerja dari beberapa kab/kota se-Jawa Timur.
Sugiat berharap, job fair tidak hanya sebagai kegiatan seremonial saja, tapi betul-betul membuka peluang kerja sebanyak-banyaknya.
’’Saya sudah membentuk tim percepatan penanganan investasi. Kita akan lebih terbuka terhadap investor, karena yang paling memungkinkan untuk mengatasi pengangguran terbuka salah satunya adalah di sektor industri,’’ tegasnya. (wen/jif)
Editor : Ainul Hafidz