Bisnis Desa Kita Features Hiburan Hukum Jombangan Jurnalisme Warga Kesehatan Kuliner Lifestyle Nasional Olahraga Pemerintahan Pendidikan Peristiwa Politik Politika Religia Sosok Wisata

Kalangan Ekonom Soroti Aset Tirta Wisata Jombang: Pemkab Sudah Salah Kelola

Ainul Hafidz • Selasa, 25 Juni 2024 | 22:01 WIB
TERBENGKALAI: Deretan ruko Taman Tirta Wisata Jombang kini banyak yang tutup.
TERBENGKALAI: Deretan ruko Taman Tirta Wisata Jombang kini banyak yang tutup.

JombangBanget.id - Kondisi Taman Tirta Wisata (TW) di Desa Keplaksari, Kecamatan Peterongan, Jombang mendapat sorotan tajam dari pemerhati publik.

Pengamat ekonomi Jombang M Thamrin Bey menilai terbengkalainya aset itu makin menunjukkan pemkab tak serius mengelola aset yang memiliki potensi menyumbang pendapat asli daerah (PAD).

”Yang jelas kalau dilihat dari ending-nya ini sudah salah kelola,” kata Thamrin.

Thamrin mengaku prihatin dengan kondisi Taman Tirta Wisata Jombang sekarang.

Dari tahun ke tahun bukannya semakin ramai pengunjung, sebaliknya malah semakin menyedihkan.

”Faktornya karena apa? Ini ada tiga,” imbuh dia.

Pertama, menurut Thamrin, pengelolaan tidak dilakukan secara profesional.

”Secara umum pengelolaan bisnis pemerintah profesionalitasnya rata-rata kalah sangat jauh dengan swasta. Apalagi ketika pemerintahan semakin ke bawah, dari pusat, provinsi sampai ke daerah,” ujar Thamrin.

Kedua, berkaitan SDM. Selama ini pejabat yang ditempatkan cenderung asal-asalan.

”Apakah bentuknya pariwisata ataupun aktivitas produktif lain, biasanya bukan pejabat pada bidangnya,,” kata Thamrin.

Sehingga, ketika sudah tidak profesional, tenaga yang mengelola bukan berlatarbelakang pebisnis menjadikan pengelolaan itu semakin tak karuan.

Baca Juga: Habiskan Anggaran Rp 1 Miliar, Taman Tirta Wisata Jombang Makin Remuk

”Ketiga, biasanya pejabat yang di sana “orang yang dipinggirkan pemerintah”,” ujar dia.

Dengan begitu, maindset untuk mendapat pundi-pundi PAD, menurut dia, minim.

”Tiga faktor ini otomatis membuat tidak profesional, sehingga wataknya tidak mengarah bagaimana bisa menghasilkan PAD. Bahasa kasarnya, kerja atau tidak tetap dibayar negara,” ujar dia.

Terkecuali, lanjut Thamrin, ketika aset itu dikelola pihak swasta.

Sehingga, tenaga yang direkrut bukan berasal dari pemerintah.

”Kalau maunya untung dan jadi pundi-pundi PAD dikelola swasta. Rekrut tenaga khusus, jangan orang “buangan” atau ke politisi sebagai timbal balik,” kata Thamrin.

Seperti diberitakan sebelumnya, kondisi Taman Tirta Wisata Jombang memprihatinkan.

Selain fasumnya banyak yang rusak, seluruh kios juga sudah tutup.

Tak ayal pengunjung enggan datang. Pantauan di lokasi, deretan kios kawasan TW tutup.

Tak ada aktivitas signifikan di lahan seluas 3,5 hektare itu.

Tidak terlihat aktivitas petugas di lokasi. Hanya beberapa warga tengah memancing ikan.

Di lokasi kolam renang juga demikian, sepi tak ada aktivitas apa pun.

Begitu juga dengan waterboom, yang pintunya terlihat terkunci.

Terlihat kondisi sejumlah fasilitas lainnya, mulai panggung, ayunan serta sejumlah fasilitas lainnya miskin perawatan.

Di bagian belakang tak jauh berbeda. Kondisi lapangan tenis seolah tak terurus.

Di sejumlah sudutnya dipenuhi tumbuhan liar.

Kondisi pagar juga karatan bahkan kondisi bagian pintu ke lapangan juga rusak.

Dari dua lapangan, satu di antaranya yang masih terpasang net.

Sedangkan satunya tak terurus. Hingga kursi duduknya jadi tempat rerimbunan rumput liar. (fid/naz)

Editor : Ainul Hafidz
#Kalangan #Pemkab #taman #Tirta wisata #Pengelolaan #ekonom #Jombang #aset