Bisnis Desa Kita Features Hiburan Hukum Jombangan Jurnalisme Warga Kesehatan Kuliner Lifestyle Nasional Olahraga Pemerintahan Pendidikan Peristiwa Politik Politika Religia Sosok Wisata

Bantuan Bibit Pisang Mas Kirana Rp 2,1 Miliar Disperta Jombang Nasibmu Kini, Banyak yang Mati hingga Tak Lagi Terdeteksi

Azmy endiyana Zuhri • Senin, 17 Juni 2024 | 15:11 WIB
JADI PROGRAM GAGAL: Nasib program pengadaan bibit pisang mas kirana tahun 2020 di Dinas Pertanian Jombang yang menelan anggaran mencapai Rp 2,1 miliar tak karuan.
JADI PROGRAM GAGAL: Nasib program pengadaan bibit pisang mas kirana tahun 2020 di Dinas Pertanian Jombang yang menelan anggaran mencapai Rp 2,1 miliar tak karuan.

JombangBanget.id – Nasib program pengadaan bibit pisang mas kirana tahun 2020 Dinas Pertanian (Disperta) Jombang menelan anggaran mencapai Rp 2,1 miliar tak karuan.

Janji disperta memfasilitasi kemitraan terkait pemasaran hasil panen juga tak jelas.

Bahkan data dan keberadaan 143 ribu bibit pisang tersebut sekarang tidak termonitor oleh dinas.

Hasil penelusuran Jawa Pos Radar Jombang, di sejumlah desa yang mendapat bantuan tersebut tak terdata dengan baik.

Bahkan pohon-pohon pisang tak terawat hingga sudah mati tak tersisa.

Seperti pantuan di Desa Pulorejo dan Desa Badang, Kecamatan Ngoro, Jombang.

Bantuan bibit pisang hampir tidak jelas keberadaannya.

Hanya sejumlah pohon yang masih tersisa.

Tidak seperti tujuan awal program, hasil panen buah pisang hanya digunakan untuk konsumsi pribadi, tidak dikelola secara terpadu sesuai janji pemkab saat itu.

Kondisi serupa juga terjadi di Desa Gedangan, Kecamatan Mojowarno, Jombang.

Keberadaan bibit-bibit pisang itu sudah tidak jelas.

Baca Juga: Tak Kunjung Diperbaiki, Duiker di Jombang Kini Tumbuh Pisang

”Dari setelah diberi bibit itu ya dibiarkan saja. Tidak ada petunjuk apa pun lagi,” ujar salah satu warga penerima bibit pohon pisang asal Desa Pulorejo, Kecamatan Ngoro, Jombang yang meminta namanya dirahasiakan.

Dirinya mengaku, setelah pohon pisang berbuah, buahnya hanya sekadar dikonsumsi sendiri.

”Ya dimakan sendiri kan dapat bibitnya hanya dua batang saja saat itu,” katanya.

Dirinya mengaku, sampai sekarang tidak ada pendampingan dari pemerintah terkait program bibit pisang tersebut.

”Ya, cuma diberi bibit pisang saja untuk ditanam di pekarangan rumah. Tapi saya tanam di sawah saya,” tegasnya.

Saat dikonfirmasi, Kepala Desa Pulorejo Kop Mustoko menerangkan, bantuan tersebut memang langsung melalui gapoktan (gabungan kelompok tani) tidak melalui desa.

”Ya memang pernah dapat tapi tidak banyak. Itu sudah lama,” katanya.

Diakuinya, pihaknya sendiri tidak pernah mengetahui apakah dinas masih melakukan pemantuan atau tidak.

”Sekarang pohon pisangnya masih ada apa tidak, juga tak tahu. Itu sudah lama,” tegasnya.

Senada, Kepala Desa Badang, Kecamatan Ngoro Solhicudin mengatakan, dari informasi yang dia dapat, bantuan bibit pisang tersebut masih ada di wilayhnya.

Hanya saja, seperti apa perkembangannya, ia mengaku tidak tahu.

”Sebagian masih ada yang menanam dan sebagian sudah dipindahkan karena keterbatasan pekarangan,” bebernya.

Dirinya mengungkapkan, selama ini hasil panen buah pisang itu hanya untuk konsumsi pribadi saja.

Tidak ada koperasi dan sebagainya.

”Kalau sepengetahuan saya hanya untuk konsumsi pribadi saja,” terangnya.

Hal senada juga disampaikan Kepala Desa Gedangan, Kecamatan Mojowarno Soekarno mengaku juga tidak mengetahui pasti program bantuan tersebut.

”Itu langsung ke gapoktan. Desa tidak mendapat laporan,” katanya.

Selama ini, pemerintah daerah juga tidak pernah melakukan kordinasi dengan pemerintah desa.

”Sepertinya tidak pernah ada pendampingan dari pemkab,” pungkasnya. (yan/naz)

Editor : Ainul Hafidz
#Mojowarno #Ngoro #disperta #bibit #Nasib #gagal #Bareng #Wonosalam #Jombang #mati #Pisang Mas Kirana #program #pengadaan